Satusuaraexpress.co | Jakarta – Front Mahasiswa Nasional (FMN) secara resmi menyerukan konsolidasi gerakan massa dan aksi demonstrasi berskala nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2026.
Seruan bertajuk “10 November Memanggil” tersebut mengaitkan momentum Hari Pahlawan sebagai ajang konsolidasi lintas elemen masyarakat, mahasiswa, dan pemuda di tingkat daerah hingga mancanegara.
Berdasarkan seruan poster dan peta sebaran aksi yang dipublikasikan, gerakan ini merupakan kelanjutan dari berbagai gelombang aksi dan kampanye rakyat yang telah berjalan sepanjang Oktober lalu.
Konsolidasi gerakan diproyeksikan mencakup puluhan kota, kabupaten, dan provinsi di seluruh Indonesia. Beberapa wilayah yang masuk dalam peta sebaran aksi antara lain Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bandar Lampung, Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Palu, Makassar, Mataram, Kupang, Ternate, hingga Jayapura.
Selain di dalam negeri, FMN juga merencanakan aksi solidaritas di luar negeri, di antaranya bertempat di Belanda serta dua kota besar Australia, yaitu Sydney dan Melbourne.
Sepuluh Tuntutan Utama FMN
Dalam aksi nasional tersebut, FMN mengusung 10 poin tuntutan utama yang menyasar berbagai kebijakan sosial, ekonomi, politik, serta isu lingkungan:
1. Harga Kebutuhan Dasar: Menurunkan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, serta biaya kesehatan.
2. Pajak: Menghentikan kebijakan pembebanan pajak yang dinilai memberatkan rakyat.
3. Evaluasi Program Pemerintah: Menghentikan program yang dinilai anti-rakyat dan anti-demokrasi, termasuk MBG, KDMP, YON-TP, dan PSN.
4. Pembubaran Lembaga: Membubarkan Danantara, Agrinas, dan DSI.
5. Dwifungsi: Menghentikan revitalisasi dwifungsi militer dan kepolisian.
6. Penanganan Bencana: Memadamkan kebakaran hutan/lahan serta menyelamatkan para korban.
7. Hak Korban Bencana: Memulihkan hak-hak korban bencana alam secara menyeluruh.
8. Penegakan Hukum Karhutla: Mengusut dan mengusir korporasi yang diduga bertindak sebagai dalang pembakaran hutan dan lahan.
9. Agraria: Menghentikan praktik monopoli tanah serta mengembalikan tanah petani penggarap dan tanah adat yang dirampas.
10. Dana Daerah: Menghentikan pemangkasan dana desa dan dana daerah atas dalih efisiensi maupun program prioritas.
Momentum Hari Pahlawan dan Imbauan Ketertiban
Pemilihan tanggal 10 November dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi aspirasi masyarakat luas terkait isu privasi, ekonomi, dan demokrasi. Kendati seruan telah beredar luas, kepastian jumlah peserta serta rincian titik kumpul di masing-masing daerah masih terus dipantau.
Setiap pelaksanaan aksi diimbau tetap mengedepankan prosedur perizinan dan pemberitahuan resmi kepada kepolisian setempat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, serta kondusif.













