Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Kecamatan Kalideres bersama Kelurahan Tegal Alur, PT Adhi Karya, pengurus RT/RW, serta perwakilan warga, menggelar sosialisasi dan kesepakatan bersama terkait rencana pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sementara di Jalan Perkutut. Kegiatan yang berlangsung di RPTRA Alur Kemuning pada Senin (31/8/2026) , pukul 19.00 WIB hingga selesai, berjalan hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Pertemuan ini dihadiri langsung oleh jajaran Kecamatan Kalideres, Kelurahan Tegal Alur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, perwakilan PT Adhi Karya, LMK, pengurus RW dan RT, serta warga sekitar yang terdampak proyek. Dalam kesempatan tersebut, pihak pemerintah dan pelaksana proyek memaparkan secara rinci latar belakang revitalisasi Kali Semongol yang telah berlangsung sejak tahun 2024 hingga April 2026.
Dijelaskan bahwa sebelum dilakukan normalisasi, kondisi Kali Semongol yang sudah lama tidak dikeruk menyebabkan aliran air terhambat dan kerap memicu banjir di permukiman warga di sekitarnya. Namun pelaksanaan normalisasi tersebut menghadapi kendala tersendiri, sebagian sempadan kali telah tertutup tembok dan bangunan warga, sehingga alat berat tidak dapat masuk melalui sisi kali dan harus dioperasikan dari bagian tengah sungai.
Hal ini mengharuskan jembatan yang melintang di lokasi tersebut dibongkar untuk membuka akses kerja, dan hingga kini belum dapat dibangun kembali mengingat kawasan tersebut masih dalam proses revitalisasi oleh PT Adhi Karya.
Warga Sepakat Gunakan Jalur Alternatif
Melalui sosialisasi yang berlangsung terbuka dan dialogis, warga akhirnya memahami kebutuhan ruang kerja untuk kelancaran proyek yang bertujuan mengurangi risiko banjir tersebut. Secara bersama-sama, warga menyepakati untuk sementara waktu menggunakan jalur jembatan alternatif yang tersedia di sekitar lokasi, di antaranya melalui Gang Mede dan Gang Bensin.
Baca juga : JPO GOR Ciracas Dikembangkan, Hadirkan Infrastruktur Aman, Inklusif, dan Bernuansa Budaya
Selain itu, jembatan darurat berbahan bambu yang sebelumnya dibuat secara swadaya oleh warga juga disepakati untuk segera dibongkar secara gotong royong. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi bahaya apabila jembatan tersebut terus digunakan, mengingat keterbatasan kekuatan dan keamanan strukturnya.

Sebagai solusi yang lebih baik, disampaikan arahan Wali Kota Jakarta Barat agar dibangun JPO sementara dengan konstruksi yang lebih kuat, aman, dan layak digunakan masyarakat selama proses revitalisasi berlangsung.
PT Adhi Karya Targetkan JPO Selesai Dua Pekan
Perwakilan PT Adhi Karya yang hadir menyatakan komitmennya untuk segera mewujudkan pembangunan JPO sementara di lokasi tersebut. Pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan dalam estimasi waktu kurang lebih dua minggu sejak kesepakatan ini dicapai.
Untuk memastikan informasi diterima masyarakat secara jelas dan menyeluruh, PT Adhi Karya juga disarankan memasang spanduk sosialisasi paling lambat Rabu pagi. Spanduk tersebut akan memuat informasi mengenai penutupan sementara akses serta jadwal pembangunan jembatan darurat, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.
Baca juga : Cegah Insiden Terulang, Dishub DKI Perkuat Mitigasi JPO dan Pengawasan Angkutan Barang
Pengurus RT dan RW bersama jajaran Kelurahan Tegal Alur dan Kecamatan Kalideres juga akan melakukan pemantauan secara rutin terhadap pelaksanaan komitmen tersebut. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelancaran revitalisasi Kali Semongol sekaligus memastikan kebutuhan akses masyarakat tetap diperhatikan selama proses pembangunan berlangsung.
Dengan adanya kesepakatan bersama ini, pemerintah, pelaksana proyek, dan warga diharapkan dapat terus berkolaborasi dengan baik sehingga revitalisasi Kali Semongol berjalan lancar, aman, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat Tegal Alur.











