Berdamai di Tengah Kehangatan,  Perdamaian Driver Ojek dan Sopir Alphard di Polsek Pesanggrahan

Screenshot 20260819 105911 WhatsApp
Berdamai di Tengah Kehangatan,  Perdamaian Driver Ojek dan Sopir Alphard di Polsek Pesanggrahan.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Suasana haru dan damai menyelimuti ruang Polsek Pesanggrahan. Di hadapan Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, dua pihak yang sempat berseteru yakni Mulyadi (pengendara sepeda motor) dan Didi (pengemudi mobil) akhirnya bersalaman dan menyatakan berdamai secara resmi, menutup perkara yang sempat memanas hingga menyita perhatian publik.

Peristiwa bermula ketika Mulyadi, seorang pengemudi ojek pangkalan, sedang menjalankan tugasnya mengantar penumpang di jalan. Terjadi senggolan di jalan yang memicu emosi sesaat dari Didi. Terpancing perasaan, Didi melakukan perusakan terhadap kendaraan milik Mulyadi, serta tindakan yang mengganggu ketertiban umum. Peristiwa itu kemudian menyebar luas dan menjadi sorotan warga.

Kini, keduanya berdiri berdampingan dengan wajah tenang. Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan bertanggung jawab.

“Kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Dari Pak Didi juga memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini secara bertanggung jawab. Jadi motor korban pun selain diperbaiki juga, alhamdulillah, mendapat bantuan dari Putri,” ujar Kompol Seala Syah Alam, Selasa (18/8/2026).

Baca juga :  Polsek Pesanggrahan Amankan Pelaku Pencurian Sepeda Motor

Ditegaskan bahwa perbuatan yang dilakukan Didi mencakup dua hal yakni perusakan barang milik orang lain dan tindakan mengganggu ketertiban umum.

“Beliau menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan tidak akan mengulanginya lagi. Dan ini tertuang dalam kesepakatan bersama antara Pak Didi dan Pak Mulyadi, serta surat pernyataan dari Pak Didi terkait perusakan maupun mengganggu ketertiban umum,” tambahnya.

Atas dasar kesepakatan dan saling memaafkan tersebut, perkara ini dinyatakan selesai.

Di hadapan semua pihak, Pak Didi menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh warga Jakarta maupun Tangerang atas kekhilafannya yang membuat suasana menjadi gaduh.

“Sebelumnya saya minta maaf kepada warga Jakarta semuanya, Tangerang, atas khilaf saya hari ini jadi gaduh. Saya mohon dimaafkan, dan saya juga terima kasih dengan Ibu Seala, Pak Kanit, Polsek Pesanggrahan yang telah membantu saya menyelesaikan masalah saya di sini,” ucapnya dengan nada menyesal.

Baca juga :  Kompetisi Olahraga Domino Polsek Pesanggrahan Warnai HUT Bhayangkara ke-80

Saat ditanya apa yang membuat emosinya meluap, ia menjawab jujur. “Mungkin terlalu banyak pikiran. Jadi emosi sesaat, akhirnya seperti ini. Saya mohon maaf semuanya,” ucapnya.

Sementara itu, Mulyadi selaku korban tampak tenang dan lega. “Saya Mulyadi sebagai korban, alhamdulillah saya baik-baik saja. Saya mengucapkan terima kasih kepada Polsek Pesanggrahan yang telah membantu saya dari pagi sampai malam ini,” ucapnya.

Ia mengaku kaget ketika mengetahui peristiwa itu menjadi viral, mengingat dirinya tidak pernah menggunakan media sosial seperti Instagram. Ketika ditanya apakah ia ikhlas menerima penyelesaian ini, ia menjawab mantap “Ikhlas.” Keduanya pun bersalaman dengan hangat, tanda bahwa masalah telah benar-benar selesai.

Kehangatan kisah ini semakin terasa dengan hadirnya inisiatif dari Uya Kuya dan Putri Zulhas yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Pak Mulyadi sudah berdamai dengan Pak Didi, yang tadi langsung sama Bu Kapolsek Seala, sudah ada perdamaiannya. Dan tadi saya dengan Bu Putri juga berinisiatif memberikan motor baru ya,” kata Uya Kuya dengan senyum ramah.

Baca juga :  Semarak Laga Persija Vs Persib Menggema di Polsek Pesanggrahan, Nobar Kondusif Penuh Kebersamaan

Putri Zulhas pun menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat membantu Pak Mulyadi kembali bekerja. “Mudah-mudahan membantu Pak Mulyadi, nanti juga bisa ngojek lagi, cari rezeki untuk keluarga. Ini memang rezekinya Pak Mulyadi, memang lewat kita aja. Mudah-mudahan ke depannya Pak Mulyadi bisa lebih baik lagi, rezekinya makin lancar, nariknya juga sehat terus, yang penting kesehatan nomor satu,” ungkapnya.

Dijelaskan pula bahwa motor lama akan diperbaiki untuk digunakan anaknya, sementara motor baru dapat dikendarai Pak Mulyadi untuk bekerja.

Putri Zulhas juga menjelaskan alasan di balik pemberian motor tersebut, yaitu atas banyaknya masukan dan permintaan dari masyarakat yang menghubungi melalui kanal Lapor PAN.

“Ada puluhan yang masuk ke DM tadi. Kebetulan ada unit yang ready, kita suruh kirim gitu ya,” tuturnya.

Peristiwa yang sempat berpotensi memicu kemarahan publik ini berakhir dengan kedamaian, tanggung jawab, dan kepedulian sesama manusia,  menjadi bukti bahwa penyelesaian dengan hati yang tulus mampu mengubah situasi yang sempat panas menjadi kebaikan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *