Satusuaraexpress.co | Bogor — Pemerintah Kota Bogor resmi memulai pembangunan jalan sepanjang 1,4 kilometer yang akan menjadi jalur utama akses menuju kawasan pusat pemerintahan baru yang sedang tumbuh di wilayah tersebut. Jalan ini akan menjadi jalur penghubung vital menuju kawasan Kantor Pemerintahan Terpadu Kota Bogor.
Akses strategis yang kini mulai dibangun bukan sekadar jalan penghubung biasa. Terletak di kawasan yang terhubung langsung dengan pintu keluar Tol Jagorawi Bogor Selatan, jalur ini menjadi jembatan konektivitas yang menyatukan wilayah Bogor Utara, Bogor Timur, dan Bogor Selatan. Kawasan yang selama ini kerap dianggap terisolir perlahan mulai terbuka, menyambungkan kehidupan warga antarwilayah hingga menuju pusat kota dengan lebih leluasa.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, hadir di lokasi dan menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan perwujudan ikhtiar untuk mendekatkan harapan masyarakat dengan kenyataan.
“Ikhtiar ini juga akan berdampak pada membangun manusia yang lebih maju, modern dengan segala fasilitas yang dibangun untuk kemudahan, dan tentunya nanti akan segera meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya, Rabu (12/8/2026).
Baca juga : Pemkot Bogor Susun Perwali Pencegahan LGBT, Siap Tampung Masukan Tokoh Agama
Dedie pun memaparkan rencana pengembangan kawasan yang tak sebatas pada akses jalan saja. Di sepanjang koridor masa depan itu, kelak akan hadir gelanggang olahraga guna memenuhi kebutuhan warga Kecamatan Bogor Timur yang belum memiliki sarana representatif, ruang serbaguna untuk berbagai kegiatan warga, hingga rumah ibadah yang menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani. Semua disusun dalam satu kesatuan tata kelola kawasan yang ramah, tertib, dan berkelanjutan.
“Secara rinci, akses jalan yang dibangun sepanjang 1.418 meter dengan lebar 6 hingga 12 meter ini dikerjakan dalam kurun waktu 120 hari ke depan, ” kata Dedie.
Jalan tak hanya dilapisi permukaan yang rata dan kokoh, tetapi juga dilengkapi saluran drainase guna menjaga kestabilan air, jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman, kanstin penanda batas jalan, lampu penerangan guna menjamin keamanan saat malam tiba, hingga penanaman pepohonan yang akan menghijaukan sisi jalan. Sebuah rancangan yang memadukan fungsi, keindahan, dan kenyamanan bagi setiap pengguna.
“Jalan ini akan dilengkapi dengan drainase, kemudian juga pedestrian, kanstin, nanti juga akan dilengkapi dengan lampu penerangan, kemudian juga nanti kita akan hijaukan. Jadi semua kita siapkan untuk masa depan Bogor yang lebih baik,” ujar Dedie.
Baca juga : Perda Ekonomi Kreatif Disahkan, Kota Bogor Bersiap Jadi Kota Kreatif Berdaya Saing
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan peran strategis jalan ini sebagai tulang punggung pertumbuhan kawasan. Dengan adanya jalur baru ini, kemacetan di pusat kota diperkirakan akan berkurang secara nyata, mobilitas warga dan pergerakan barang antarwilayah menjadi jauh lebih cepat, dan iklim investasi serta pertumbuhan ekonomi baru mulai tumbuh subur di sepanjang koridor jalan tersebut.
Langkah sinergi juga tampak nyata dalam momen bersejarah itu. Di saat yang sama, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama kemitraan dengan PT Kharisma Tangguh Persada (KTP), yang turut berkontribusi dalam penataan simpang geometrik akses Jalan Parung Banteng menuju jalan masuk Tol Jagorawi dan sekitarnya.
“Nantinya, di lahan milik pengembang akan dibentuk pulau jalan berupa taman yang menyejukkan pandangan, serta dibangun bundaran taman guna menata arus lalu lintas keluar-masuk tol agar semakin lancar, rapi, dan aman, ” ucapnya.
Esti mengungkapkan pembangunan jalan ini bukan sekadar menyambungkan jarak antarwilayah. Lebih dari itu, jalan yang dibangun dengan penuh perencanaan dan sinergi ini menghubungkan pelayanan publik yang semakin prima, membuka pintu-pintu kesempatan baru, memacu pertumbuhan ekonomi yang merata, dan menyempurnakan kualitas hidup setiap warga Kota Bogor. Sebuah jalan menuju masa depan yang lebih terang, terbuka lebar bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.













