Waspada Penipuan Mengatasnamakan Whoosh, KCIC Ingatkan Gunakan Selalu Kanal Resmi

WhatsApp Image 2026 07 28 at 11.43.00
Waspada Penipuan Mengatasnamakan Whoosh, KCIC Ingatkan Gunakan Selalu Kanal Resmi.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) secara resmi mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap maraknya nomor WhatsApp tidak resmi yang berusaha menawarkan layanan sekaligus menjual tiket dengan mengatasnamakan layanan Kereta Cepat Whoosh. Imbauan ini disampaikan untuk melindungi masyarakat dari kerugian akibat penipuan yang makin menyamaratakan identitas layanan resmi.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab kini dengan mudah menyalin berbagai informasi publik milik Whoosh, mulai dari nama layanan, logo resmi, jadwal perjalanan, hingga materi visual promosi lalu menggunakannya untuk meyakinkan calon penumpang seolah-olah komunikasi yang terjalin berasal dari kanal resmi KCIC.

“Berbagai informasi resmi Whoosh dapat dengan mudah disalin dan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya melihat logo, nama, atau jadwal yang diberikan, tetapi selalu memastikan nomor yang dihubungi dan kanal transaksi yang digunakan merupakan kanal resmi Whoosh,” tegas Eva, Sabtu (1/8/2026).

Salah satu modus operandi yang telah terdeteksi bermula dari iklan-iklan yang muncul di media sosial dan mengatasnamakan Whoosh. Setelah masyarakat tertarik, mereka akan diarahkan untuk berkomunikasi melalui nomor WhatsApp yang tidak terdaftar sebagai layanan resmi.

Baca jugaSelama 2026, KCIC Telah Amankan Ribuan Layang-layang di Sekitar Jalur Kereta Cepat Whoosh 

Di sana, pelaku akan menyampaikan jadwal perjalanan yang tampak sangat mirip dengan informasi resmi, meminta pengisian data pribadi, hingga akhirnya mengarahkan pembayaran tiket ke nomor rekening atas nama perorangan, bukan rekening resmi KCIC.

“Pelaku kerap pula menawarkan potongan harga, promo istimewa, atau fasilitas tambahan yang sebenarnya tidak tersedia dalam layanan resmi Whoosh, ” ujarnya.

Terkait hal ini, KCIC menegaskan dengan tegas: pembayaran tiket Whoosh tidak pernah diarahkan ke rekening pribadi maupun rekening yang disampaikan melalui nomor WhatsApp tidak resmi.

Baca jugaKCIC Imbau Penumpang Whoosh Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas di Bandung

Masyarakat diminta untuk memastikan berkomunikasi hanya melalui Whoosh Contact Center resmi di nomor 0811-8888-111, yang telah terverifikasi dan memiliki tanda centang biru. Layanan ini melayani kebutuhan informasi, kritik, saran, pengaduan, hingga pemesanan tiket rombongan dan pembelian voucher tiket. Setiap pembayaran yang dilakukan melalui bantuan layanan pelanggan tersebut tetap harus mengikuti mekanisme resmi dan tidak akan pernah dialihkan ke rekening perorangan.

KCIC juga merinci sejumlah saluran penjualan tiket yang sah dan dapat dipercaya, yakni: Aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, loket serta mesin penjual tiket mandiri (Ticket Vending Machine) yang tersedia di stasiun-stasiun Whoosh, serta layanan mitra resmi seperti Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com. Di luar saluran-saluran tersebut, masyarakat diharapkan bersikap waspada.

Baca jugaKCIC Luncurkan HSR Training Batch V, Transfer Teknologi Kereta Cepat Mencapai 80 Persen

Eva pun mengingatkan agar masyarakat tidak pernah memberikan data pribadi, kode OTP, nomor PIN, kata sandi, maupun informasi rinci pembayaran kepada pihak yang identitasnya belum dipastikan sah. Demikian pula dengan tautan atau dokumen yang dikirimkan melalui nomor yang tidak dikenal, sebaiknya tidak diklik maupun dibuka.

“Jika menemukan indikasi penipuan, segera hentikan komunikasi dan transaksi, simpan bukti percakapan, blokir nomor tersebut, serta laporkan kepada platform terkait dan Whoosh Contact Center,” pesan Eva.

Eva menyampaikan bahwa KCIC terus memperkuat langkah edukasi kepada masyarakat serta meningkatkan pemantauan terhadap segala bentuk penyalahgunaan nama dan identitas Whoosh, demi menciptakan rasa aman dan melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat penipuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *