Satusuaraexpress.co | Jakarta – Suasana hening mendadak menyelimuti salah satu Hotel, kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Rabu malam, 15 Juli 2026, sebuah peristiwa menyedihkan terungkap ketika seorang pria berinisial W (47) ditemukan meninggal dunia di balkon kamar nomor 1104 yang ia tempati.
Korban yang diketahui bekerja di sebuah perusahaan swasta diduga tewas akibat luka tembak, bersamaan dengan ditemukannya senjata api yang lengkap dengan surat izin penggunaan di lokasi kejadian.
Keterangan yang diperoleh mengungkapkan, keberadaan korban yang tak bernyawa pertama kali diketahui istrinya sendiri. Langkah istri datang ke hotel didasari rasa curiga setelah menerima pesan-pesan yang dianggap ganjil dan mencurigakan dari suaminya.
Sebelumnya, W diketahui menginap di hotel tersebut dan ditemani oleh sopir pribadinya, meskipun sopir tidak berada di dalam kamar saat peristiwa terjadi, melainkan menunggu di area parkir kendaraan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo, membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Dugaannya seperti itu. Ini kejadian sudah hari Rabu sore hingga malam Kamis kemarin, tanggal 15,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.
Pihak kepolisian sementara menduga kematian W berawal dari masalah pribadi, khususnya urusan rumah tangga antara suami dan istri. Meski demikian, terungkap bahwa pasangan ini sebenarnya tengah berupaya memperbaiki hubungan yang sempat renggang.
“Jadi ada masalah pribadi. Sebenarnya mereka tuh sedang akan memperbaiki gitu loh. Memang awalnya suaminya merasa salah sama istrinya, kemudian hari itu sebenarnya komunikasi baik sama istrinya, dan mereka bermaksud untuk memperbaiki,” jelas Joko Adi.
Baca juga : Buntut Kasus Dugaan Pemerasan, Dua Eks Kasat Reskrim Polrestro Jaksel di Patsus
Bahkan tak lama sebelum kejadian, W diketahui sempat meminta maaf kepada istrinya lewat pesan singkat. Namun rasa curiga masih membayangi sang istri yang akhirnya memutuskan untuk mendatangi lokasi penginapan suaminya. Sesampainya di sana, pemandangan memilukan tak lagi bisa dihindari.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, senjata api yang diduga digunakan W untuk mengakhiri hidupnya adalah senjata resmi yang dilengkapi dokumen perizinan lengkap.
“Senjatanya pun juga lengkap ada suratnya kok. Dia pejabat di perusahaan,” tambahnya.
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, antara lain sopir pribadi korban dan pihak pengelola hotel. Dari hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan tanda-tanda adanya keterlibatan pihak lain atau unsur kekerasan dari luar.
“Saksi-saksi kan sudah didengar keterangan. Hasil pemeriksaan demikian. Enggak ada, tidak ada,” tegas Joko Adi.
Pihak kepolisian pun masih terus mendalami berbagai aspek peristiwa ini untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara utuh, meskipun dugaan kuat sementara mengarah pada keputusan korban mengakhiri hidupnya sendiri di tengah upaya memulihkan hubungan rumah tangganya.













