Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sejumlah elemen masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa di berbagai titik strategis di Jakarta pada hari ini. Awalnya kegiatan direncanakan berpusat di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran HI, namun terjadi perubahan rute pergerakan massa yang baru disampaikan pagi ini.
Massa yang berkumpul dikabarkan akan melanjutkan perjalanan menuju kompleks Gedung DPR/MPR di kawasan Senayan untuk menyampaikan aspirasi mereka.
“Awalnya lokasi ditetapkan di Monas dan Bundaran HI. Namun pagi tadi ada perubahan jadwal dan rute, dengan penambahan titik kegiatan di kawasan DPR/MPR,” jelas Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri.
Ia menambahkan secara lebih rinci bahwa kelompok peserta yang berkumpul di Bundaran HI adalah yang akan melanjutkan pergerakan menuju kawasan parlemen.
“Yang dari Bundaran HI akan bergeser menuju DPR/MPR,” tegasnya.
Baca juga : Aksi Unjuk Rasa di Silang Monas, Aktivis Minta Evaluasi Kinerja dan Copot Seskab Teddy
Menyikapi perubahan rencana tersebut, Polda Metro Jaya segera menyiapkan pengamanan berskala besar untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman. Sebanyak 4.151 personel gabungan dari unsur Kepolisian Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia telah dikerahkan dan ditempatkan di titik-titik strategis di sepanjang jalur yang dilalui dan di sekitar lokasi aksi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, merinci komposisi kekuatan yang disiagakan tersebut. Dari jumlah keseluruhan, sebanyak 3.651 orang berasal dari jajaran Polri, sedangkan 500 orang lainnya merupakan personel dari unsur TNI. Penempatan petugas dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kehadiran aparat di lapangan bukan untuk menghalangi aspirasi, melainkan untuk memberikan pelayanan serta pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lain yang sedang beraktivitas,” ujar Budi.
Selain mengawal jalannya aksi, petugas juga bersiaga mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. Di antaranya adalah kepadatan arus lalu lintas, adanya konvoi kendaraan, penutupan jalan yang dilakukan secara situasional, gangguan terhadap fasilitas umum, hingga potensi terjadinya tindak kejahatan yang bisa merugikan banyak pihak.
Baca juga : Ratusan Mahasiswa BEM UI Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung Baharkam Polri
Pihak kepolisian juga menyampaikan imbauan kepada seluruh peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban selama berlangsungnya kegiatan. Peserta diminta untuk tidak membawa benda yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain, serta tidak melakukan tindakan perusakan atau hal-hal yang dapat memicu ketegangan.
“Kami mengimbau agar semua peserta tetap tertib, menjaga ketenangan, dan bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif selama menyampaikan aspirasi,” tutur Budi.
Untuk mengatasi potensi kemacetan yang mungkin muncul akibat kegiatan ini, pihak kepolisian juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Pengaturan arus kendaraan akan disesuaikan secara fleksibel mengikuti perkembangan kondisi di lapangan, dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta aksi maupun masyarakat pengguna jalan raya.
“Apabila terjadi kepadatan atau dibutuhkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi, petugas akan segera menerapkan rekayasa yang diperlukan demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.













