Satusuaraexpress.co | Jakarta — Jakarta Selatan terus berbenah menciptakan sistem transportasi yang saling terhubung dan memudahkan mobilitas warganya. Pemerintah Kota Jakarta Selatan kini tengah menyiapkan rencana pengembangan terminal yang dirancang khusus untuk memperkuat peran kawasan Lebak Bulus sebagai simpul transportasi utama di selatan Ibu Kota. Dua lokasi alternatif telah disiapkan dengan cermat, masing-masing memiliki potensi besar untuk menunjang pergerakan penumpang antardaerah.
Dua lokasi yang menjadi pertimbangan utama adalah area Park and Ride Lebak Bulus yang sudah ada, serta lahan milik Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang terletak di kawasan Pasar Jumat. Kedua tempat ini direncanakan akan dikembangkan menjadi terminal khusus Angkutan Antarkota Antarprovinsi (AKAP), guna memberikan pilihan akses yang lebih luas bagi masyarakat yang hendak bepergian ke luar Jakarta.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa pengembangan ini merupakan bagian dari upaya penataan menyeluruh kawasan Lebak Bulus. Kawasan ini memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi titik awal keberangkatan MRT Jakarta sekaligus titik temu berbagai jalur transportasi. Oleh karena itu, setiap perencanaan pembangunan di sini diharapkan dapat meningkatkan fungsi kawasan tersebut secara keseluruhan.
Salah satu opsi yang sedang dikaji secara mendalam adalah pembangunan fasilitas lay-bay di area Park and Ride yang sudah beroperasi. Fasilitas ini nantinya akan berfungsi sebagai tempat pemberhentian dan penurunan penumpang bus antarkota, sehingga memanfaatkan ruang yang telah tersedia tanpa harus membangun dari nol.
Baca juga : Terminal Lebak Bulus Gelar Pra Ramp Check Jelang Mudik Lebaran
“Terminal tentu akan dikembangkan. Ada dua lokasi alternatif. Yang pertama di lokasi Park and Ride MRT yang sudah ada, namun sifatnya penyiapan lay-bay. Jadi akan disiapkan area khusus untuk bus-bus antarkota singgah,” ungkap Syafrin, Kamis (11/6/2026).
Selain memanfaatkan area Park and Ride, pemerintah juga mempertimbangkan pengembangan lahan di Pasar Jumat. Lokasi ini direncanakan akan diubah menjadi terminal AKAP yang lengkap, yang mampu melayani perjalanan ke berbagai penjuru Pulau Jawa hingga lintas selat menuju Sumatera.
“Atau kami juga akan mengembangkan terminal sementara yang ada di Pasar Jumat. Di sana nantinya bisa dibangun terminal khusus yang secara khusus melayani rute antarkota dan antarprovinsi,” tambahnya.
Dengan adanya dua pilihan lokasi ini, diharapkan tersedia titik pemberangkatan alternatif yang dekat bagi warga Jakarta Selatan. Selama ini banyak warga selatan Jakarta yang harus menempuh perjalanan jauh menuju terminal lain di pusat atau utara kota untuk berangkat ke luar daerah.
Baca juga : Polemik Terminal Bayangan di Pondok Pinang: Antara Izin Sewa dan Ketegasan Penertiban
“Dengan adanya fasilitas ini, warga di kawasan selatan yang ingin bepergian ke arah timur Jawa maupun barat menuju Sumatera bisa terlayani dengan lebih mudah dan efisien,” jelas Syafrin.
Lebih dari sekadar menambah fasilitas transportasi, pengembangan kawasan ini dirancang dengan prinsip keterpaduan yang utuh. Tidak hanya berfokus pada jalur kendaraan, tetapi juga memperhatikan keterkaitan dengan lingkungan sekitar. Mengingat posisinya sebagai gerbang awal MRT Jakarta, setiap perubahan di kawasan ini harus disesuaikan agar tidak menimbulkan gangguan, melainkan justru meningkatkan kenyamanan.
“Pengembangan Lebak Bulus ini sangat strategis karena menjadi titik awal MRT. Oleh sebab itu, kami memastikan setiap langkah pembangunan di sini terintegrasi sepenuhnya dengan lingkungan sekitarnya,” tegasnya.
Tujuan akhirnya adalah menciptakan sistem mobilitas yang lancar, aman, dan nyaman bagi semua orang, baik yang tinggal maupun yang hanya melintas di kawasan tersebut.
“Kita tidak hanya melihat fungsi transportasinya saja, tetapi bagaimana sistem ini menyatu dengan tata ruang kawasan. Hasilnya diharapkan tercipta lingkungan yang tertib, manusiawi, dan mendukung pergerakan masyarakat tanpa hambatan,” pungkas Syafrin.













