Satusuaraexpress.co | Jakarta — Demi menjamin keamanan pangan dan kesehatan masyarakat, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu telah melaksanakan tindakan tegas dengan memusnahkan sebanyak 19 kilogram organ hewan kurban yang dinyatakan tidak layak dikonsumsi.
Langkah ini diambil setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan pengawasan mendalam yang dilakukan petugas di sepuluh lokasi pemotongan hewan yang tersebar di wilayah tersebut.
Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, menjelaskan bahwa kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari standar pelayanan rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Hari Raya Iduladha. Pada pemeriksaan yang berlangsung pada Kamis (28/5/2026) tersebut, tim telah meneliti kondisi fisik dan kesehatan dari total 174 ekor hewan kurban.
“Jumlah ini terdiri dari 83 ekor sapi, 43 ekor kambing, dan 48 ekor domba yang dipersembahkan oleh masyarakat dan para donatur, ” kata Nurliati.
Dari seluruh hewan yang diperiksa, ditemukan sejumlah bagian tubuh yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan. Rincian organ yang harus dimusnahkan meliputi enam kilogram hati, 10 kilogram paru-paru, serta tiga ekor kepala hewan kurban.
Baca juga : Waspada Ikan Sapu-sapu! Sudin KPKP Jaksel Gelar Sidak ke Rumah Produksi Siomai
Meskipun demikian, Nurliati menegaskan bahwa secara umum kondisi kesehatan hewan kurban tahun ini tergolong cukup baik. Temuan yang didapatkan sebagian besar berupa keberadaan cacing pada beberapa organ dalam, yang menjadi alasan utama mengapa bagian tersebut tidak boleh dikonsumsi manusia.
Untuk mencegah risiko penularan penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia atau yang dikenal sebagai penyakit zoonosis seperti infeksi cacing hati maupun penyakit mata merah organ yang dinyatakan tidak layak tersebut langsung ditangani di lokasi.
Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dikubur di tempat khusus atau disiram menggunakan cairan disinfektan. Cara ini dipilih untuk memutus rantai penularan secara tuntas dan memastikan tidak ada bagian yang terkontaminasi yang beredar di tengah masyarakat.
“Pemeriksaan ini kami lakukan agar daging kurban yang diterima dan dikonsumsi warga benar-benar aman, bersih, dan layak dikonsumsi. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga kesehatan masyarakat,” ungkap Nurliati.
Baca juga : Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Targetkan Sterilisasi 2.200 Ekor Kucing Tahun 2026
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengawasan ini melibatkan 57 petugas gabungan yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Dinas KPKP DKI Jakarta, hingga Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Tim penyuluh dan pemeriksa ini ditempatkan di setiap pulau, dengan jumlah sekitar enam hingga delapan orang per wilayah, guna memastikan setiap proses pemotongan berjalan sesuai standar kesehatan.
Nurliati juga menambahkan bahwa di hari pelaksanaan pemeriksaan tersebut, masih terdapat beberapa wilayah yang melakukan pemotongan hewan kurban tambahan. Meskipun jumlahnya tidak banyak, pihaknya tetap menurunkan petugas untuk memantau dan memeriksa kesehatan hewan-hewan tersebut agar standar keamanan tetap terjaga hingga tahap akhir.
Sementara itu, Lurah Pulau Panggang, Jamaludin, menyampaikan bahwa proses pemotongan dan pembagian hewan kurban di wilayahnya, termasuk di Pulau Pramuka, berjalan dengan tertib dan lancar berkat dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Sebelumnya, tim pemeriksa telah meneliti kondisi 10 ekor sapi dan 19 ekor kambing di wilayahnya, dan direncanakan akan ada tambahan satu ekor sapi lagi dari donatur pada hari yang sama.
Jamaludin memastikan bahwa seluruh daging dan organ yang telah diperiksa dan dibagikan kepada warga berada dalam kondisi sehat, bersih, dan aman untuk dikonsumsi. Ia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan berpartisipasi menyukseskan kegiatan kurban tahun ini.
“Warga terlihat sangat senang dan antusias menerima pembagian daging kurban tahun ini. Semoga momentum Iduladha ini terus menjaga kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan antarwarga di Kepulauan Seribu,” tandas Jamaludin.













