Waspada Ikan Sapu-sapu! Sudin KPKP Jaksel Gelar Sidak ke Rumah Produksi Siomai

Screenshot 20260420 143342
Waspada Ikan Sapu-sapu! Sudin KPKP Jaksel Gelar Sidak ke Rumah Produksi Siomai.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan mengambil langkah tegas dengan rencana melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah rumah produksi siomai. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya populasi ikan sapu-sapu yang dikhawatirkan disalahgunakan sebagai bahan baku makanan.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menegaskan bahwa kegiatan pengawasan sebenarnya rutin dilaksanakan setiap bulan. Namun, fokus pengawasan kini akan diperluas dan diarahkan secara khusus untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu, terutama di industri rumahan seperti pembuat siomai.

“Setiap bulan kami sebenarnya melakukan pengawasan pangan terpadu. Ke depan, pengawasan itu juga akan kami arahkan untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu, termasuk hingga ke rumah-rumah produksi siomai,” ujar Ridho, Senin (20/4/2026).

Sidak ini bukan tanpa alasan. Ridho menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya antisipatif mengingat bahaya kesehatan yang mungkin ditimbulkan. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai pembersih alami yang memakan berbagai jenis material di perairan, termasuk limbah. Kebiasaan ini membuat ikan tersebut berisiko tinggi mengakumulasi logam berat berbahaya seperti merkuri dan timbal di dalam tubuhnya.

Baca jugaGerakan Pembasmian Ikan Sapu-sapu Diapresiasi, Pramono Anung Minta Dilakukan di Seluruh Wilayah DKI

“Dampak logam berat seperti merkuri dan timbal tidak langsung terasa. Namun, dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit, termasuk kanker,” terangnya.

Meskipun sosialisasi dan edukasi telah gencar dilakukan, Ridho mengakui masih ada kemungkinan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan semata dengan menjual ikan tersebut sebagai bahan pangan yang murah.

Untuk meminimalisir risiko tersebut, pihaknya tidak hanya mengandalkan operasi penindakan, tetapi juga akan terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar memahami bahaya mengonsumsi ikan yang terpapar kontaminan tersebut.

Baca jugaCatatan Penting Untuk Sebuah Kesuksesan Dalam Pembelajaran Jarak Jauh, Disampaikan Oleh Erik Hadi Saputra

Lebih jauh lagi, Ridho mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif sebagai mata dan telinga dalam pengawasan pangan. Jika warga menemukan indikasi peredaran daging ikan sapu-sapu yang diperjualbelikan untuk konsumsi, diminta untuk segera melaporkannya kepada pemerintah setempat agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

“Harapan kami, dengan pengawasan pangan yang ketat di Jakarta, kesehatan masyarakat dapat semakin terjamin dan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta Selatan dapat dikendalikan,” tandasnya.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pangan yang lebih aman dan sehat bagi warga Jakarta Selatan, serta mencegah penyalahgunaan bahan makanan yang berpotensi mematikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *