Satusuaraexpress.co | Bogor — Suasana ceria namun penuh semangat menyelimuti kawasan Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Rabu (21/4). Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di sekitar lokasi, termasuk SMKN 1 Kota Bogor dan SMPN 12 Kota Bogor, antusias mengikuti kegiatan kerja bakti atau korve bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Dedie A. Rachim, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pelajar yang hadir. Ia memberikan penghargaan khusus kepada siswa yang dinilai paling rajin dan berhasil mengumpulkan sampah dalam jumlah terbanyak.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menular ke lingkungan masyarakat luas, menjadikan Kota Bogor tidak hanya asri, tetapi juga warganya memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam, ” kata Dedie.
Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan area taman, melainkan juga menjadi momen penyuluhan hidup bersih dan peduli lingkungan. Para pelajar turut menyosialisasikan semangat zero waste kepada warga dan pengunjung yang hadir, menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab setiap individu dan kelompok. Berkat gotong royong tersebut, puluhan karung sampah berhasil dikumpulkan dari area taman.
Baca juga : Penataan Wilayah Bogor Barat Terus Berlanjut, Walikota Pastikan Jalan KH Abdullah Bin Nuh Semakin Tertata
Salah satu siswa SMKN 1 Kota Bogor, Rizki, mengaku sangat bangga bisa berpartisipasi. Baginya, kehadiran langsung Wali Kota di lapangan menjadi motivasi tersendiri bagi generasi muda.
“Ini aksi nyata dari wali kota, dan kita pelajar pun antusias. Ini juga memberikan pesan bahwa pemimpinnya saja peduli dan turun langsung, masa kita sebagai warga tidak? Makanya, kita harus terus menebarkan semangat cinta lingkungan dan peduli kebersihan,” ujar Rizki.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kesadaran menjaga lingkungan juga sudah diterapkan di sekolahnya melalui sistem zero waste yang ketat.
Baca juga : Edufair 2026: Jembatan Pelajar Bogor Menuju Pendidikan di Inggris
Antusiasme serupa ditunjukkan oleh Ria, siswi SMKN 1 Kota Bogor. Selama kegiatan berlangsung, ia dan teman-temannya menemukan berbagai jenis sampah yang berpotensi membahayakan, mulai dari puntung rokok, tusuk sate, hingga sampah plastik.
“Itu sangat tidak indah, kan? Merusak tanah juga, seperti puntung rokok. Nah, tusuk sate ini bahaya kalau ada anak-anak lari-lari,” jelasnya.
Ria juga membagikan praktik baik yang sudah diterapkan di sekolahnya. Menurutnya, konsep zero waste membuat para siswa lebih bertanggung jawab. “Karena sekarang di sekolah saja tidak ada lagi tempat sampah umum, jadi sampah yang kita produksi itu tanggung jawab kita. Makanya, setiap habis jajan, sampah dipilah dan kita bawa pulang. Jika yang bisa didaur ulang, bisa diberikan kepada pemulung,” tutupnya.













