Satusuaraexpress.co | Jakarta — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat terus bergerak aktif dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum di wilayah-wilayah yang dianggap rawan. Pada Senin (21/4/2026), fokus pengawasan difokuskan di area strategis Exit Tol Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng. Lokasi ini dipilih sebagai titik utama pemantauan mengingat tingginya arus lalu lintas dan potensi gangguan yang mungkin terjadi.
Kasatpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama, menjelaskan bahwa pihaknya melalui Seksi PPNS dan Operasional rutin melaksanakan kegiatan monitoring di sejumlah titik rawan pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Kegiatan ini tidak dilakukan secara seremonial, melainkan dilaksanakan secara bertahap mulai dari pagi hingga sore hari.
“Untuk memaksimalkan cakupan pengawasan, pembagian personel dilakukan dalam beberapa shift kerja. Pola penugasan ini diterapkan agar pemantauan di lapangan dapat berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan, terutama pada jam-jam kritis di mana potensi gangguan ketertiban umum sering terjadi, ” kata Herry, Rabu (22/4/2026).
Fokus Antisipasi Aktivitas “Pak Ogah”
Salah satu fokus utama dari operasi pengawasan kali ini adalah antisipasi terhadap aktivitas yang kerap mengganggu kelancaran arus lalu lintas, yakni keberadaan “Pak Ogah”. Kehadiran oknum tersebut dinilai berpotensi menghambat kendaraan yang keluar dari gerbang tol dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Baca juga : Satpol PP Jakarta Selatan Siap Tindak Lapangan Padel Tanpa PBG
“Fokus pengawasan diarahkan pada area Exit Tol Rawa Buaya sebagai langkah antisipasi terhadap aktivitas ‘Pak Ogah’ yang kerap muncul dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas serta ketertiban umum,” tegas Herry.
Tindakan tegas ini dilakukan dengan mengacu pada landasan hukum yang kuat, yaitu Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
Sinergi dan Kolaborasi Antar Instansi
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP Jakarta Barat tidak bekerja sendiri. Berbagai unsur dikerahkan untuk memperketat pengamanan, mulai dari personel Regu 4 Piket, Unit Reaksi Cepat (URC) 535, unsur Barat 1, hingga kolaborasi erat dengan Dinas Perhubungan.
Tidak kalah pentingnya, kegiatan ini juga melibatkan jajaran Satpol PP tingkat kecamatan, khususnya Satpol PP Kecamatan Cengkareng yang turun langsung ke lapangan. Keterlibatan unsur kewilayahan ini menjadi bentuk sinergi yang efektif, mengingat personel kecamatan memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi dan karakteristik wilayah setempat.
Baca juga : Indahnya Berbagi, Satpol PP Pemkot Jakbar Bagikan 805 Bungkus Takjil Kepada Masyarakat
Situasi Aman dan Terkendali
Hasil dari pengawasan intensif tersebut membuahkan hasil yang positif. Berdasarkan laporan di lapangan, situasi di sekitar Exit Tol Rawa Buaya terpantau kondusif. Tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum. Suasana berjalan aman dan terkendali, didukung dengan kondisi cuaca yang cerah pada saat kegiatan berlangsung.
Herry Purnama menegaskan bahwa kegiatan pengawasan seperti ini tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi akan terus dilaksanakan secara rutin. Tujuannya adalah untuk menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Ia juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga ketertiban dan mematuhi segala peraturan yang berlaku. Kerja sama antara aparat dan warga sangat diperlukan demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib bagi semua pihak.
“Monitoring ini merupakan upaya preventif agar potensi gangguan ketertiban umum dapat diminimalisir, khususnya di titik-titik rawan,” pungkasnya.













