Satusuaraexpress.co | Jakarta – Peristiwa hanyutnya seorang balita berinisial MHK (4) di kawasan Srengseng, Jakarta Barat, menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi (9/4/2026), sekitar lima kilometer dari lokasi awal kejadian.
Insiden ini bermula saat hujan deras mengguyur wilayah Jakarta Barat pada Rabu sore, menyebabkan saluran air meluap dan arus gorong-gorong menjadi sangat deras. Korban diduga terpeleset dan terseret arus saat berada di sekitar lokasi kejadian.
Walikota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, turun langsung ke lapangan untuk memimpin proses pencarian. Ia memastikan seluruh unsur terkait bergerak cepat dan terkoordinasi, mulai dari tim penyelamat hingga aparat keamanan.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat. Kami berupaya maksimal agar korban segera ditemukan,” ujar Iin di lokasi pencarian.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tentara Nasional Indonesia, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia. Tim menyisir aliran air, termasuk gorong-gorong dan saluran drainase yang dipenuhi sampah..
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa proses pencarian cukup terkendala oleh kondisi medan yang sempit serta banyaknya tumpukan sampah yang menghambat aliran air.
“Korban kemungkinan besar terseret arus deras akibat luapan air yang tidak tertampung dengan baik di saluran,” jelasnya.
Pasca kejadian, Pemerintah Kota Jakarta Barat berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, khususnya di wilayah rawan genangan dan banjir. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan memastikan pengawasan ketat terhadap anak-anak, terutama saat hujan deras.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa faktor keselamatan lingkungan dan kewaspadaan bersama sangat menentukan dalam mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.













