Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melakukan relokasi tahap kedua bagi warga terdampak pengembalian fungsi lahan makam umum aset Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) DKI Jakarta. Lokasi terdampak berada di Kelurahan Pegadungan dan Kamal, Kecamatan Kalideres, dengan total sebanyak 128 Kepala Keluarga (KK) atau 606 jiwa warga yang dipindahkan.
Relokasi ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah. Sebelum proses dimulai, sekitar 150 personel gabungan dari berbagai pihak termasuk PPSU, Sudis Tamhut, Satpol PP Jakbar, SKPD/UKPD terkait, perangkat kecamatan-kelurahan, RT-RW setempat, serta unsur TNI-Polri mengikuti apel di TPU Tegal Alur sebelum langsung menuju lokasi untuk melaksanakan tugas.
Untuk mendukung proses pemindahan, pihak pemkot menyediakan sarana transportasi yang mencakup tujuh armada bus sekolah, 18 truk dari Sudis Tamhut, 8 truk Satpol PP, serta kendaraan lainnya untuk mengantar warga dan membawa barang-barang mereka. Petugas PPSU, Satgas Tamhut Jakbar, dan unsur terkait turut membantu memuat dan mengangkut barang-barang milik warga.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menjelaskan bahwa relokasi ini merupakan bagian dari upaya pengembalian lahan makam milik Pemprov DKI Jakarta sesuai dengan peruntukan awalnya sebagai pemakaman umum.
“Hari ini, kita melaksanakan relokasi tahap kedua bagi warga terdampak, yang sebelumnya telah melalui proses pendataan, sosialisasi, dan musyawarah,” ujarnya.
Dari data yang diperoleh, rincian warga yang direlokasi adalah 103 KK dari Kelurahan Kamal dan 25 KK dari Kelurahan Pegadungan. Sebanyak 17 KK diantaranya ditempatkan ke sejumlah rumah susun (rusun), sedangkan 111 KK lainnya menjalani relokasi mandiri. Rusun yang menjadi tujuan antara lain Rusunawa PIK Pulogadung, Rusunawa Pesakih, Rusunawa Tegal Alur, Rusunawa Rawa Buaya, dan Rusunawa Nagrak.

“Kami berharap, dengan penempatan di rumah susun ini, Bapak dan Ibu dapat menikmati lingkungan hunian yang lebih baik, dengan akses yang lebih mudah terhadap fasilitas umum seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi,” tambah Iin.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Jakarta Barat, Imron Sjahrin, menambahkan bahwa lahan yang dikosongkan merupakan aset Tamhut DKI dengan nomor SHP 484.
“Lahan ini rencananya akan difungsikan kembali sebagai lahan pemakaman umum dan sebelumnya ini dihuni oleh 128 KK,” katanya.
Proses relokasi tidak hanya meliputi pemindahan warga, tetapi juga seluruh perabotan dan barang penunjang isi rumah. Dari jumlah warga yang melakukan relokasi mandiri, sebanyak 89 KK termasuk 8 KK yang dibantu mengangkut dan diantar kembali ke kampung halamannya di Indramayu.
Baca juga : Tak Kenal Lelah, Iin Mutmainnah Turun ke Lapangan Pastikan Keselamatan Warga Terdampak Cuaca Ekstrem
Para warga yang ditempatkan di rusun mendapatkan paket sembako dan dapat langsung menempati unit hunian masing-masing karena telah dilakukan serah terima kunci. Imron menyebutkan bahwa masih terdapat sekitar 11 KK lagi yang saat ini masih menempati bangunan di atas lahan TPU tersebut.
“11 KK sisanya masih kita lakukan pendekatan sampai dengan tanggal 5 April. Setelah tanggal 5 kita nanti akan bongkar paksa sesuai dengan yang sudah kita buatkan yaitu peringatan 1, 2, dan 3,” tandasnya.
Selain itu, pihak pemkot juga telah membuka posko untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi warga relokasi, termasuk pengurusan keperluan sekolah bagi anak-anak yang terdampak.













