Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Hilirisasi, Ditambah 13 Proyek Senilai Rp 239 Triliun

IMG 20240824 WA0033 1
Presiden RI, Prabowo Subianto.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan hilirisasi komoditas sebagai upaya untuk memperkuat pengelolaan kekayaan alam nasional. Langkah ini akan diperkuat dengan adanya 13 proyek hilirisasi baru yang nilai investasinya diproyeksikan mencapai Rp 239 triliun.

Kabar ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Hambalang pada Rabu (25/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bahlil melaporkan secara menyeluruh kemajuan program hilirisasi yang sedang berjalan di Tanah Air, sesuai permintaan langsung dari Kepala Negara.

Dalam rapat tersebut, Bahlil mengungkapkan bahwa tambahan 13 proyek hilirisasi baru tersebut saat ini tengah dalam tahap finalisasi dan merupakan penambahan di luar program hilirisasi yang telah berjalan sebelumnya.

“Kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp 239 triliun, dan akan kita bahas finalisasi,” ujar Bahlil.

Baca jugaPM Malaysia Kunjungi Indonesia, Bertemu Presiden Prabowo Bahas Bahas Konflik Timur Tengah

Sementara itu, pada tahap awal program hilirisasi terdapat 20 proyek yang sebagian telah memasuki tahap groundbreaking, dan sisanya dijadwalkan mulai konstruksi pada bulan April 2026.

Chief Executive Officer BPI dan Antara Rosan Roeslani sebelumnya menyebutkan, dari 20 proyek tersebut sebanyak 6 proyek telah melakukan groundbreaking sejak Februari 2026, dengan total investasi mencapai US$ 26 miliar dan diperkirakan akan menciptakan sekitar 600 ribu lapangan pekerjaan.

Beberapa proyek yang telah berjalan antara lain pembangunan smelter alumina menjadi aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, pengolahan bauksit menjadi smelter grade alumina, proyek bioavtur di Cilacap, bioetanol di Banyuwangi, pengolahan garam, bisnis ayam terintegrasi, hingga hilirisasi kelapa terintegrasi.

Baca jugaPresiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah dan Keppres Satgas Pembiayaan Taman Nasional

Tak hanya fokus pada hilirisasi komoditas, pemerintah juga membahas pengembangan energi alternatif untuk mendukung ketahanan dan swasembada energi nasional. Presiden Prabowo menginstruksikan optimalisasi seluruh potensi energi domestik, mulai dari bioetanol, biodiesel hingga percepatan transisi ke energi baru terbarukan (EBT).

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel dari CPO, termasuk bagaimana mendorong agar transisi energi lewat energi baru terbarukan juga bisa kita lakukan,” jelas Bahlil.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menekankan agar pengelolaan kekayaan alam selalu mengedepankan kepentingan nasional, dengan menjaga sumber daya alam sebagai aset strategis negara dan mengoptimalkan penerimaan negara agar memberikan manfaat maksimal bagi kedaulatan ekonomi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *