Satusuaraexpress.co | Jakarta— Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Wilayah Jakarta, depok, tangerang, dan bekasi (Jabodetabek) dengan jumlah massa sekitar 30 orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.33 WIB, yang dipimpin oleh Plt. Ketua Yakop Wakur.
Aksi ini menampilkan menyikapi dinamika peran Majelis Rakyat Papua (MRP) se-Tanah Papua. Dalam orasi yang disampaikan pada acara tersebut, pihak aksi menyampaikan pesan yang tegas namun juga mendesak untuk berdialog:
“Jika merasa Papua bagian dari Indonesia, tolong dengarkan keluh kesah kami, ayolah kita bicara baik-baik. MRP harus berdiri tegak sebagai pelindung hak-hak dasar adat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.”
Dalam tuntutan yang disampaikan, massa menyatakan bahwa setiap kebijakan yang mencakup Papua wajib melibatkan MRP secara aktif, bukan hanya sebagai pelengkap.
Baca juga : Komite Eksekutif Partai Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR/MPR RI
“Hari ini seluruh rakyat Papua merasakan ketidakadilan yang kesekian kali. Orang-orang yang dipercaya untuk memimpin di Papua malah menyiksa orang-orang Papua,” ujar perwakilan massa.
Selain itu, pihak aksi juga mengajukan tuntutan untuk pembubaran MRP karena dinilai tidak memuat dengan baik. Mereka juga mendesak pemerintah pusat agar tidak mengumumkan semena-mena dan segera mencopot pimpinan MRP. Selain itu, mereka meminta agar BPK RI melakukan pemeriksaan terhadap keuangan serta kinerja lembaga tersebut.
Terdapat beberapa poin desakan khusus yang disampaikan oleh IMAPA Jabodetabek, antara lain:
– Mendesak BPK RI untuk segera melakukan audit menyeluruh dan transparan terhadap penggunaan dana MRP se-Tanah Papua.
– Mendesak BPK RI untuk mengumumkan secara terbuka hasil audit kepada publik, termasuk potensi kerugian negara yang ditimbulkan.
– Mendesak Kejaksaan Agung RI dan aparat penegak hukum untuk segera melaporkan hasil audit serta memproses secara hukum tanpa tebang pilih terhadap pihak-pihak yang terlibat.
– Mendesak pencopotan Ketua Asosiasi MRP se-Tanah Papua yang dinilai gagal menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya.
Kegiatan berlangsung dengan kondusif dan diakhiri dengan penyampaian surat pernyataan tuntutan kepada pihak BPK RI yang diajukan oleh petugas yang bertugas di lokasi.













