Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Menolak Wacana Polri di Bawah Kementerian

J8bsgRhe53
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan secara tegas penolakan pihaknya terhadap wacana atau usulan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berada di bawah kementerian tertentu. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam kesimpulan rapat kerja bersama dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (21/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Kapolri menyampaikan bahwa posisi Polri yang saat ini berada di bawah Presiden telah dianggap ideal untuk menjalankan perannya sebagai alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mohon maaf, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, kami tentunya institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus,” ujar Listyo Sigit Prabowo.

Pernyataan tegas dari Kapolri langsung mendapatkan sambutan positif berupa tepuk tangan dari seluruh peserta rapat yang hadir di ruang Komisi III DPR.

Video terkait :

Listyo Sigit Prabowo menilai bahwa ide untuk menempatkan Polri di bawah kementerian sama saja dengan melemahkan institusi itu sendiri, bahkan juga dapat memperlemah negara dan Presiden. Ia menyatakan bahwa lebih memilih dicopot dari jabatan Kapolri daripada harus menyaksikan Polri berada di bawah kementerian atau adanya pembentukan kementerian kepolisian.

“Oleh karena itu, apabila ada pilihan apakah polisi tetap di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, Kapolri tetap memimpin, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” jelasnya.

“Dan saya minta seluruh jajaran laksanakan ini, perjuangkan sampai titik darah penghabisan, ” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri mengungkapkan bahwa dirinya lebih baik menjadi petani daripada menjabat sebagai menteri kepolisian. Ia mengaku pernah menerima penawaran untuk menjabat sebagai menteri kepolisian melalui pesan WhatsApp, namun langsung menolaknya sekaligus menegaskan penolakan terhadap usulan penempatan Polri di bawah kementerian.

Baca juga : Ammar Zoni Akan Meninggalkan Lapas Cipinang Setelah Persidangan Kasus Narkoba Selesai

“Kalau saya harus memilih, kemarin sudah saya sampaikan, bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA, ‘mau ndak Pak Kapolri jadi Menteri Kepolisian?’. Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak-ibuk sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian, dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” ucapnya.

Menurut Kapolri, posisi Polri di bawah Presiden saat ini memungkinkan institusi tersebut untuk berperan optimal dalam bidang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat (harkamtibmas) serta hukum.

“Di satu sisi kita betul-betul bisa berada langsung di bawah bapak presiden, sehingga pada saat presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementerian-kementerian yang kemudian ini menimbulkan potensi matahari kembar,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan pandangannya bahwa meletakkan Polri di bawah kementerian akan memperlemah institusi Polri, negara, dan Presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *