Pencarian Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport Diperluas ke Pegunungan Bulusaraung

IMG 20260117 WA0000 1
Pencarian Pesawat ATR 42-500.

Satusuaraexpress.co | Maros — Pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang kehilangan kontak dalam rute Yogyakarta–Makassar telah diperluas hingga kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Awalnya, pesawat terakhir tercatat kontak di Kelurahan Leang-leang, Kabupaten Maros sekitar pukul 13.00 Wita.

Perluasan area pencarian dilakukan setelah muncul beberapa indikasi kuat. Tim SAR gabungan mendeteksi titik api di wilayah tersebut, yang kemudian dicocokkan dengan laporan masyarakat yang mengaku melihat cahaya serta mendengar suara ledakan dan dengungan di sekitar lokasi. Selain itu, ada laporan penemuan serpihan di Puncak Gunung Bulusaraung, meskipun belum dapat dipastikan berasal dari pesawat yang hilang.

Sebanyak 400 personel gabungan telah diterjunkan untuk melakukan penyisiran baik di kawasan Bulusaraung maupun Leang-leang. Posko pencarian tetap berada di lokasi awal, mengingat jalur akses terhubung dengan area pegunungan. Jarak dari posko menuju titik terakhir lost contact diperkirakan sekitar 16 kilometer dengan medan yang cukup berat, membutuhkan waktu tempuh dua hingga tiga jam untuk mencapai lokasi.

Upaya pencarian dilakukan secara menyeluruh melalui beberapa jalur. Selain tim darat yang menjelajahi kawasan pegunungan kars dengan hutan lebat, digunakan pula drone untuk pemantauan udara. Namun, kondisi cuaca menjadi kendala utama kabut tebal dan hujan sering menghalangi jarak pandang, sehingga aktivitas drone harus dihentikan sementara hingga cuaca membaik. TNI Angkatan Udara juga turut membantu dengan mengerahkan helikopter Caracal untuk pemantauan udara.

Baca juga : BNN Mengungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika Beragam Jenis di Cengkareng

Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyampaikan bahwa TNI telah menggerakkan unsur udara dan darat dari berbagai satuan termasuk Paskas dan Kostra. Perlengkapan pendukung evakuasi telah disiapkan, mengingat kondisi medan yang sulit dijangkau. Ambulans juga telah disiagakan, serta tim komunikasi dengan alat khusus termasuk komunikasi satelit untuk mengatasi kendala jaringan di lokasi.

Data manifest penerbangan akhirnya dirilis, mencatat total 11 orang di dalam pesawat – delapan kru penerbangan dan tiga penumpang. Kru terdiri atas Kapten Andy Dahananto, First Officer Yudha Mahardika, serta enam awak lainnya. Sedangkan penumpangnya adalah Deden, Ferry, dan Yoga.

Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung dengan intensitas tinggi, dengan mempertimbangkan tantangan medan dan cuaca yang berubah-ubah. Tim SAR berharap segera dapat memastikan lokasi jatuhnya pesawat untuk kemudian melakukan pembagian sektor pencarian yang lebih efisien dan efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *