Satusuaraexpress.co | Jakarta — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama yang tersebar di 65 lokasi di seluruh pesisir Indonesia telah mampu menyerap sebanyak 17.550 tenaga kerja, dengan rata-rata 270 orang di setiap daerah.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif menjelaskan bahwa tenaga kerja yang terserap melalui program ini mencakup berbagai jenis profesi, mulai dari pekerja konstruksi yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur, nelayan sebagai pihak utama yang akan memanfaatkan fasilitas, hingga tenaga operasional yang bertugas mengelola berbagai layanan di kampung nelayan.
Ia menegaskan bahwa jumlah tenaga kerja yang diserap akan terus mengalami peningkatan seiring dengan berjalannya waktu, seiring dengan proses pengelolaan fasilitas yang semakin matang, peningkatan aktivitas logistik perikanan, serta dukungan layanan hulu dan hilir yang terus diperkuat.
Baca juga : Kemenhut Bantah Kantornya Di Geledah Penyudik Jampidsus Kejagung
“Peningkatan lapangan kerja ini merupakan bagian dari mandat Presiden Republik Indonesia yang tercantum dalam Astacita, dengan fokus khusus pada upaya penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kemandirian ekonomi lokal di kawasan pesisir, ” kata Lotharia, Kamis (8/1/2026).
Latif menambahkan bahwa pembangunan KNMP tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan juga dirancang untuk menghadirkan model pemberdayaan ekonomi pesisir yang inklusif melalui pendekatan sosial yang memperhatikan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai program strategis pemerintah, KNMP bertujuan ganda yaitu untuk memberdayakan masyarakat pesisir sekaligus mendorong peningkatan perekonomian lokal.
“Program ini menyediakan berbagai infrastruktur pendukung yang krusial bagi kelancaran aktivitas nelayan sehari-hari”, ujarnya.
Pemerintah memastikan setiap lokasi KNMP dilengkapi dengan fasilitas dasar esensial seperti dermaga untuk pelabuhan kecil, jalan akses yang layak, sistem drainase yang baik, hingga penerangan listrik yang memadai.
Baca juga : Jasaraharja Putera Catat Kinerja Solid dan Pertumbuhan Berkelanjutan di Tahun 2025
Selain fasilitas dasar, setiap kampung nelayan juga akan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung produksi dan distribusi perikanan, antara lain cold storage atau gudang pendingin untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan, pabrik es yang dibutuhkan untuk proses penyimpanan, bengkel nelayan untuk perawatan dan perbaikan alat tangkap serta kapal, kios logistik untuk mempermudah akses kebutuhan produksi, dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) untuk memenuhi kebutuhan energi operasional.
Kehadiran seluruh infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat rantai pasok perikanan nasional, meningkatkan efisiensi kerja nelayan dengan mengurangi berbagai hambatan yang sebelumnya dihadapi, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal di kawasan pesisir.
“Tahap pertama pembangunan KNMP telah menyasar 65 titik di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Rencana selanjutnya, tahap kedua akan menambah 35 lokasi pembangunan, sebelum akhirnya program ini diperluas menjadi 1.000 lokasi secara nasional hingga tahun 2029,” jelasnya.
Melalui program Kampung Nelayan Merah Putih ini, pemerintah berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru di daerah-daerah pesisir, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan.













