Cegah Penularan Superflu, Pemkot Jakbar Imbau Masyarakat Terapkan PHBS

efa1e522 dfb9 490f 93e7 e743b71414b4 flu

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat melalui Suku Dinas Kesehatan mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk aktif menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan penularan ‘superflu’ atau varian baru dari influenza tipe A (H3N2).

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna menjelaskan bahwa penyakit influenza tipe A (H3N2) yang kini dikenal sebagai superflu memiliki gejala yang mengarah ke flu musiman. Gejala tersebut meliputi demam, batuk, nyeri tenggorokan, malaise, sakit kepala, hidung berair, serta myalgia atau nyeri otot.

Berdasarkan penilaian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap situasi dan data epidemiologi terkini, subclade K dari virus influenza tipe A (H3N2) tidak menunjukkan adanya peningkatan tingkat keparahan pada kasus yang terjadi.

“Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat melalui program surveilans serta pemantauan ILI-SARI terus memantau fluktuasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Pneumonia, dan Influenza Like Illness (ILI/Penyakit Serupa Influenza) di wilayah Jakarta Barat. Tren yang tercatat saat ini tidak menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus,” jelasnya.

Baca juga : Super Flu H3N2 Subclade K Tercatat 62 Kasus di Indonesia Sejak Agustus 2025

Meski demikian, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat tetap melakukan berbagai upaya antisipasi penularan melalui langkah-langkah promotif dan preventif. Upaya tersebut antara lain peningkatan kebugaran tubuh melalui penerapan PHBS, penyelenggaraan cek kesehatan gratis, serta pemberian penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan ketahanan tubuh.

“Untuk mengantisipasi penularan, masyarakat dapat melakukan upaya promotif dan preventif dengan cara rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker ketika sedang sakit, menerapkan etika batuk yang benar, mengonsumsi makanan dengan asupan nutrisi seimbang, minum air minimal 2 liter setiap hari, menjaga istirahat yang cukup, melakukan olahraga secara teratur, serta segera menghubungi fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan yang berlanjut,” tambahnya.

Baca juga : Penyidik ​​Balai Penegakan Hukum Kehutanan Sebut Berkas Perkara Ilegal Mining Lengkap

Selain itu, Sahruna juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat, yaitu napas yang cepat, terjadinya tarikan dinding dada ke dalam, serta tingkat saturasi oksigen di bawah 92 persen.

Dari informasi yang diperoleh, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang juga mencerminkan kondisi nasional, kasus penyakit mirip influenza (ILI) mengalami peningkatan sebesar 74 persen pada bulan Agustus 2025, yang didominasi oleh kasus influenza tipe A. Kecenderungan serupa juga terjadi di wilayah Jakarta.

Sementara itu, untuk kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tercatat sebanyak 1.966.308 kasus sejak awal Januari hingga Oktober 2025, dengan peningkatan jumlah kasus mulai teridentifikasi sejak bulan Juli 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *