Bandung Mencekam Jelang Natal, Benda Diduga Bom Ditemukan di Depan Gereja GKPS Kawasan Ruko Baranangsiang

sterilisasi tkp bom bunuh diri di polsek astana anyar 8 169

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Jumat (19/12/2025) pagi, suasana kawasan ruko Baranangsiang, Kosambi, Kota Bandung menjadi tegang setelah ditemukannya sebuah benda yang diduga bom di depan pintu masuk Gereja GKPS. Kejadian ini langsung menggerakkan aparat kepolisian untuk mengambil langkah antisipatif.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tim Unit Penjinak Bom (Jibom) Satuan Brimob Polda Jawa Barat segera tiba untuk melakukan langkah awal pengamanan. Petugas dengan cepat mensterilkan area sekitar lokasi penemuan dan memasang garis polisi untuk membatasi akses masyarakat yang cenderung ingin mendekat, menghindari kemungkinan bahaya yang tidak terduga.

Pengurus keamanan kompleks Ruko ITC Kosambi, Asep Kamaludin, menjadi salah satu pihak yang pertama kali menangani laporan terkait benda mencurigakan tersebut. Menurutnya, laporan pertama diterimanya sekitar pukul 08.30 WIB dari Agus, seorang pengurus ruko yang juga tergabung dalam pengelolaan Belini.

“Katanya sudah dua kali melapor ke pos karena saya belum datang. Begitu saya datang, Pak Agus kembali melapor dan menyebut ada kotak mencurigakan seperti bom,” jelas Asep.

Baca juga : Enam Polisi Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap Kejadian Pengeroyokan di Kalibata

Setelah menerima laporan, Asep tidak langsung mendekati benda tersebut. Ia dengan hati-hati mengambil dokumentasi menggunakan telepon genggam dari jarak yang cukup aman, memastikan tidak ada tindakan yang berisiko.

“Saya langsung foto pakai ponsel. Saya tidak berani pegang atau mendekat karena memang terlihat mencurigakan,” ucapnya.

Setelah itu, ia segera melaporkan temuan kepada Polsek Sumur Bandung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dari pengamatan Asep, benda yang ditemukan berbentuk kotak menyerupai dus dengan beberapa kabel yang terlihat jelas keluar dari dalamnya. “Ada kabel-kabel yang keluar, kelihatan jelas, makanya saya tidak berani pegang,” katanya.

Saat pertama kali melihatnya, jarak antara dirinya dengan benda tersebut diperkirakan sekitar satu meter lebih. Lokasi penemuan berada tepat di dekat bangunan Gereja GKPS yang terletak di kompleks ruko tersebut.

Baca juga : Pengamanan Penutupan Akses Jalan PIK 2 di Desa Lemo Berjalan Kondusif

Asep juga memastikan bahwa pada saat benda mencurigakan ditemukan, tidak ada aktivitas ibadah maupun kegiatan lainnya yang sedang berlangsung di dalam gereja.

“Itu posisinya dekat bangunan gereja. Jarak saya sekitar satu meter lebih, saya juga tidak mendekat,” tambahnya.

Hingga saat berita ini dibuat, aparat kepolisian masih terus melakukan pengamanan area dan menjalankan pemeriksaan lebih mendalam terhadap benda tersebut untuk memastikan kondisi keamanan di kawasan ruko Baranangsiang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *