Wakapolda Jatim Hadiri Sidang Pleno Wandiklat Polri 2025: Fokus Peningkatan Kualitas SDM

IMG 20251015 WA0068
Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., Wakapolda Jawa Timur, menghadiri Sidang Pleno Wandiklat Polri Tahun Anggaran 2025 yang dipimpin oleh pimpinan tertinggi Polri di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri.

Satusuaraexpress.co | Jakarta– Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., Wakapolda Jawa Timur, menghadiri Sidang Pleno Wandiklat Polri Tahun Anggaran 2025 yang dipimpin oleh pimpinan tertinggi Polri di Auditorium Mutiara STIK Lemdiklat Polri. Pertemuan strategis ini menjadi forum utama untuk merumuskan kebijakan dan arah pendidikan serta pelatihan di lingkungan kepolisian.

Sidang yang dipimpin langsung oleh Wakapolri, Irwasum Polri, dan Kalemdiklat Polri ini bertujuan memastikan kurikulum pendidikan Polri terus relevan dengan tantangan keamanan saat ini. Diskusi berfokus pada bagaimana menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri yang tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas dan mampu mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.

​Sebagai bagian dari perwakilan polda daerah, kehadiran Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, menunjukkan pentingnya sinergi antara Mabes Polri dan polda dalam implementasi kebijakan pendidikan dan pelatihan yang sudah disepakati.

​Tinjauan Seragam Negosiator Polwan: Komitmen Pimpinan pada Pendekatan Humanis

​Setelah Sidang Pleno, agenda dilanjutkan dengan peninjauan seragam dan peralatan yang digunakan oleh Polwan Negosiator dalam penanganan unjuk rasa. Peninjauan ini menunjukkan perhatian serius pimpinan Polri terhadap persiapan personel di lapangan.

​Wakapolri bersama Pejabat Utama Mabes Polri secara langsung memeriksa kelengkapan seragam dan peralatan yang dirancang khusus untuk Polwan negosiator. Seragam ini bukan hanya tentang identitas, tetapi juga simbol dari pendekatan humanis dan profesional yang diusung Polri dalam setiap penanganan massa.

​Tujuan utama dari peninjauan ini adalah memastikan Polwan memiliki sarana yang memadai untuk melakukan negosiasi dengan perspektif gender, sehingga tercipta komunikasi yang efektif dan damai. Langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polri untuk selalu mengedepankan keselamatan dan ketertiban masyarakat dengan cara-cara yang persuasif dan humanis.

[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *