Viral Ormas Grib Diminta Jaga Tanah di Bali, Warga Bali Kompak Menolak Keberadaan Ormas

IMG 20250503 WA0000
Ormas Grib diminta menjaga tanah di Bali oleh oknum pengusaha.

Satusuaraexpress.co| Bali – Viral, oknum pengusaha luar Bali meminta bantuan Ormas Grib Jaya untuk menjaga tanahnya. Kabar itu diposting oleh akun instagram milik @planetdenpasar.

Dalam postingan itu, terlihat dia orang pria berbadan tegap berfoto dengan background banner bertuliskan “Tanah Ini di Bawah pengawasan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu”. Tidak hanya itu, banner itu juga mencantumkan nama pemilik tanah yakni Lenny Yuliana Tombokan.

Seperti yang kita ketahui, nama Ormas Grib mencuat setelah kasus pembakaran mobil dan pemukulan polisi di Depok. Pasca kejadian itu, Grib terus menjadi bahan perbincangan. Terlebih sosok Ketua Grib yakni Hercules yang memberikan pernyataan kontroversial.

Baca juga : Menyusup Saat Aksi May Day, Seorang “Intelijen Polisi” Ditangkap Mahasiswa dan Interogasi

Sementara, respon netizen ikut meramaikan keberadaan ormas di Indonesia salah satunya ormas Grib yang dinakhodai oleh Hercules. Banyak yang berpendapat pemerintah kalah dengan ormas. Adapula yang menyinggung soal fungsi ormas.

Salah satu akun milik ase_uciha menuliskan, “Di era Mulyono ga ada tuh GRIB,, coba search di google pak Wowo (Prabowo) sbgai dewan pembina GRIB, gimana mau bubarin? kalau perizinannya di permudah oleh pak wowo”.

Di tengah kegaduhan organisasi masyarakat (ormas) yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan, muncul sebuah video seorang pecalang yang menyebut bahwa Provinsi Bali tak butuh ormas.

Baca juga : Pasca Kericuhan di Kemang, Polisi Gerak Cepat Amankan 25 Orang Sembilan Diantaranya Ditetapkan Tersangka

Tak ada ormas yang dapat berkembang di pulau dewata tersebut karena adanya sebuah sistem keamanan adat yang diwariskan secara turun temurun.

Sistem keamanan tersebut dikelola oleh pecalang, petugas keamanan tradisional di desa adat di Bali.

Seorang pecalang dari Pasikian Pacalang Bali, sebuah organisasi atau satuan tugas yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di desa adat Bali, menjelaskan bahwa Bali bebas ormas karena dijaga oleh mereka.

“Saya pecalang, kami bukan penjaga biasa, kami adalah bagian dari sistem adat yang sudah diwariskan turun temurun untuk menjaga Bali, kami tidak butuh ormas dari luar, kami tidak butuh pihak asing yang membawa agenda yang membawa tatanan hidup masyarakat di Bali,” katanya.

Baca juga : CEO PT BLI Keroyok Direktur Gara Gara Ditagih Hutang

Pecalang mengatakan masyarakat Bali sudah memiliki sistem keamanan sendiri dan terbukti sampai saat ini dihormati.

Pecalang hadir di desa-desa dari akar rumput. Di Bali ada 1.500 desa adat yang dijaga oleh pecalang.

“Kami tahu siapa yang kami jaga dan apa yang kami lindungi, kami tidak digerakkan oleh politik, kami digerakkan oleh rasa tanggung jawab terhadap adat dan tanah kelahiran kami, Bali tidak butuh pengaruh luar untuk aman, Bali cukup dengan rakyatnya sendiri dan selama pecalang masih berdiri, Bali tetap terjaga,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *