Satusuaraexpress.co | Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berencana memasukkan kurikulum wajib militer (wamil) untuk siswa SMA di Jawa Barat sebagai upaya pembentukan karakter bela negara.
Adapun wajib militer juga akan ditujukan untuk siswa yang tertangkap karena balap liar, geng motor, maupun perkelahian.
Baca juga : Kronologi Penetapan Tersangka Nikita Mirzani Dalam Kasus Pengancaman dan Pemerasan
Pemprov Jabar akan bekerja sama dengan Kodam Militer/III Siliwangi Jawa Barat untuk merealisasikan rencana tersebut. Pihaknya juga akan mengalokasikan dana khusus untuk menangani geng motor dan premanisme.
“Rencananya mereka yang tertangkap karena balapan liar di jalan, kemudian terlibat geng motor, perkelahian antarpemuda—antarsiswa, kita akan masukin wajib militer dan saya berencana akan memasukkan kurikulum wajib militer ke pendidikan SMA untuk pembentukan karakter bela negara,” kata Dedi.
Baca juga : Gelap Mata Gasak Motor Majikan, Karyawan Laundry Ditangkap Polsek Gropet
“Geng motor kita sudah membuat alokasi untuk menangani geng motor dan premanisme di Jabar, relatif lumayan alokasinya,” jelasnya.













