Asbisindo: Total Pembiayaan dan DPK BPRS Rp10,68 Triliun dan Rp9,81 Triliun

WhatsApp Image 2021 04 06 at 09.30.23

 

Satusuaraexpress.co – Kompartemen Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mencatat, BPRS hingga akhir 2020 mengalami pertumbuhan yang positif, baik di sisi aset, pembiayaan, maupun penghimpunan dana masyarakat.

Ketua Kompartemen BPRS Asbisindo Cahyo Kartiko mengungkapkan pertumbuhan ini tidak begitu terpengaruh selama pandemi Covid-19 yang mulai terjadi pada triwulan pertengahan semester pertama di 2020.

“Pertumbuhan aset BPRS mencapai 8,67 persen dengan total aset Rp14,95 triliun. Sedangkan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7,42 persen menjadi Rp10,68 triliun dan 12,45 persen menjadi Rp9,81 trilun,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama BPRS Artha Madani ini, dalam keterangannya, Selasa (06/04).

Selama pandemi Covid-19 yang melanda dunia, diakui Cahyo, memang memberikan dampak pada dunia perbankan, tidak terkecuali dengan BPRS. Tapi, dengan adanya kebijakan dari pemerintah dan aturan baru dari otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan stimulus kepada dunia perbankan memberikan solusi bagi perbankan.

Menurut, kebijakan relaksasi pembiayaan memberikan kesempatan kepada nasabah BPRS untuk menata cashflow usaha yang mengalami goncangan akibat penurunan omset usaha. Banyak nasabah kami bisa terbantu dari kebijakan tersebut ungkap Cahyo.

Cahyo menambahkan, Kompartemen BPRS Asbisindo sendiri terus aktif untuk menunjang stabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) di industri BPRS, baik dari level komisaris, direksi, manager hingga staf. Berbagai pelatihan dibuatkan untuk berbagai program secara daring maupun luring.

“Kegiatan sertifikasi terus dilakukan ditambah dengan training-training dalam pengembangan SDM. BPRS secara SDM insaninya harus mempunyai intelektual yang modern, maju dan tangguh,” pungkas Cahyo. (adli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *