Satusuaraexpress.co | Jakarta – Sebanyak 1.816 personel gabungan dari kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar operasi penggerebekan berskala besar di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (1/11/2026).
Penggerebekan yang menyasar kawasan rawan peredaran gelap narkoba ini berlangsung dramatis, di mana petugas mengandalkan moda transportasi moda kereta api untuk menjangkau lokasi.
Strategi Pengepungan Menggunakan Kereta
Dalam aksi tersebut, ratusan petugas terlihat menumpangi kereta api menuju titik operasi. Penggunaan moda transportasi ini merupakan bagian dari strategi taktis tim gabungan guna mengepung kawasan Kampung Bahari secara serentak dari berbagai penjuru, sekaligus meminimalisasi kebocoran informasi dan akses melarikan diri bagi para pelaku.
Diwarnai Perlawanan Petasan dan Gas Air Mata
Jalannya penggerebekan sempat diwarnai ketegangan. Petugas di lapangan mendapat perlawanan dari sejumlah warga setempat yang melontarkan tembakan petasan ke arah personel gabungan.
Guna mengendalikan situasi dan membubarkan massa yang berusaha menghalangi tindakan hukum, petugas terpaksa menembakkan gas air mata. Situasi berhasil dikendalikan sehingga tim gabungan dapat melanjutkan penyisiran di kawasan tersebut.













