Satusuaraexpress.co | Jakarta – Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Minggu (1/11/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Aksi tersebut tidak hanya membawa isu politik, tetapi juga menyoroti sejumlah persoalan lingkungan hidup dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Dalam orasinya, massa menyampaikan kritik terhadap kerusakan hutan, pencemaran udara, serta lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas korporasi yang dinilai berpotensi merugikan lingkungan dan masyarakat.
Sejumlah spanduk dibentangkan di lokasi aksi dengan berbagai pesan kritis, di antaranya bertuliskan “Hutan Dibakar, Udara Tercemar” dan “Rakyat Sengsara, Korporasi Dipelihara”.
Selain mendesak pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, massa juga meminta pemerintah melakukan revitalisasi dan perlindungan kawasan hutan. Mereka menolak pengalihfungsian kawasan hutan untuk kepentingan investasi perkebunan kelapa sawit yang dinilai dapat memperparah kerusakan lingkungan.
Aksi ini menjadi salah satu bentuk penyampaian kritik dan aspirasi terhadap arah kebijakan pemerintahan. Massa berharap DPR/MPR RI dapat memberikan perhatian serius terhadap tuntutan yang disampaikan, baik terkait persoalan politik maupun perlindungan lingkungan hidup.
Tuntutan tersebut kini menjadi perhatian publik, terutama mengenai bagaimana lembaga legislatif dan pemerintah merespons aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut.













