Hanya Pejabat Ini yang Datang Melayat ke Rumah Pak Bambang, Sekaligus Tawarkan Pekerjaan untuk Anak Almarhum

Screenshot 2026 08 31 15 09 06 87 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7

Satusuaraexpres.co | Jakarta  — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendatangi rumah duka Bambang Setiawan, warga yang meninggal dunia dalam peristiwa kericuhan di kawasan Pejompongan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 27 Agustus 2026.

Kehadiran Pramono di kediaman keluarga almarhum menjadi bentuk perhatian dan belasungkawa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap keluarga yang tengah kehilangan salah satu anggota keluarganya. Pramono tiba di rumah duka yang berada di Jalan Pejompongan Raya, RT 002 RW 06, pada Jumat, 28 Agustus 2026, selepas waktu Magrib.

Mengenakan kemeja hitam dan peci, Pramono disambut langsung oleh istri almarhum, Sudarsi. Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut ketika Gubernur DKI Jakarta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Selama berada di rumah duka, Pramono tidak hanya datang untuk menyampaikan rasa duka. Ia juga meluangkan waktu berbincang dengan keluarga Bambang selama kurang lebih 30 menit. Dalam perbincangan itu, Pramono berusaha memberikan penguatan kepada keluarga agar tetap tabah menghadapi musibah yang terjadi.
Tawarkan Pekerjaan untuk Anak Almarhum

Salah satu perhatian yang diberikan Pramono kepada keluarga Bambang adalah terkait masa depan anak almarhum, Yoga. Dalam kesempatan tersebut, Pramono menawarkan pekerjaan kepada Yoga sebagai bentuk dukungan konkret bagi keluarga yang ditinggalkan.

Pramono kemudian menanyakan kesediaan Yoga untuk bekerja.
“Yang penting mau kerja kan?” ujar Pramono.
Yoga pun menjawab bahwa dirinya bersedia menerima pekerjaan yang tersedia.
“Iya Pak mau. Saya apa aja mau,” jawab Yoga.

Mendengar jawaban tersebut, Pramono kembali memastikan kesediaan Yoga. Sudarsi, istri Bambang sekaligus ibu Yoga, juga menyampaikan bahwa putranya siap bekerja dengan pekerjaan apa pun yang nantinya ditawarkan.

Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan keluarga almarhum. Kehilangan sosok kepala keluarga tentu membawa dampak besar, bukan hanya secara emosional, tetapi juga terhadap kondisi kehidupan keluarga yang ditinggalkan.

Bambang Dikenal Berjualan Cermin
Berdasarkan keterangan yang disampaikan keluarga, Bambang sehari-hari bekerja sebagai pedagang dan berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya.

Pada Kamis malam sebelum peristiwa yang merenggut nyawanya, Bambang disebut sempat berpamitan kepada istrinya untuk pergi. Namun, keluarga baru menerima kabar mengenai kondisi Bambang pada Jumat dini hari.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, keluarga kemudian melihat sebuah video yang memperlihatkan Bambang diseret dan dikeroyok oleh sejumlah orang.

Informasi dan video tersebut menambah duka mendalam bagi keluarga. Peristiwa yang terjadi secara mendadak membuat keluarga harus menerima kenyataan kehilangan Bambang dalam situasi yang tragis.

Kunjungan Pramono Anung ke rumah duka sekaligus menunjukkan perhatian terhadap kondisi keluarga korban. Selain menyampaikan belasungkawa, komunikasi langsung dengan keluarga juga menjadi bagian penting untuk mengetahui kebutuhan mereka setelah kehilangan sosok pencari nafkah.

Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan dapat memberikan perhatian terhadap keluarga yang ditinggalkan, termasuk memastikan adanya pendampingan serta penanganan yang sesuai terhadap peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Bambang Setiawan.

Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian publik, terutama setelah muncul informasi mengenai rekaman video yang memperlihatkan Bambang diseret dan dikeroyok sejumlah orang. Penanganan dan pengungkapan secara menyeluruh terhadap kejadian itu diharapkan dapat memberikan kejelasan serta rasa keadilan bagi keluarga korban.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *