Forkopimko dan Masyarkatat Berkomitmen Menjaga Ketertiban Jakarta Barat

IMG 20260825 WA0026

Satusuaraexpres.co | Jakarta — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta Barat terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk memastikan warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Semangat itu mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi Forkopimko Kota Administrasi Jakarta Barat bersama masyarakat yang digelar di Balai Warga RW 10, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, kepolisian, TNI, kejaksaan, Kantor Pertanahan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pengusaha, insan pers hingga warga.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Menurutnya, persoalan yang muncul di tengah masyarakat akan lebih mudah dicarikan jalan keluar apabila pemerintah dan warga memiliki ruang komunikasi yang terbuka.
“Kita sekalian berkenalan, sekalian ingin menyambangi warga, tukar pikiran, dan terus membangun kebersamaan. Barangkali ada hal-hal yang nanti bisa kita diskusikan dan kita obrolkan dengan santai,” ujar Iin.

Iin: Jakarta Barat Tidak Layak Disebut “Gotham City”

Dalam kesempatan itu, Iin juga menanggapi adanya pemberitaan yang menggambarkan Jakarta Barat sebagai “Gotham City”, sebuah istilah yang merujuk pada kota dengan persoalan keamanan yang kompleks.
Iin menilai label tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi Jakarta Barat. Ia menyebut aktivitas masyarakat pada malam hari tetap berlangsung dan menjadi salah satu indikator bahwa kehidupan warga berjalan normal.
“Kita enggak ingin Jakarta Barat dibilang Gotham City. Masa Jakarta Barat tidak aman? Malam hari saja masih banyak warga kita yang bermain bola dan beraktivitas,” tegasnya.

Meski demikian, Iin mengakui keamanan dan ketertiban harus terus dijaga. Menurutnya, pemerintah dan aparat tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
Ia berharap pola komunikasi dan sinergi yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan di kecamatan-kecamatan lain di Jakarta Barat.
“Alhamdulillah kita telah membuktikan Jakarta Barat. Hari ini kita mulai perdana dan akan berlanjut ke kecamatan lainnya,” katanya.

Umar Abdul Aziz Dorong Forum Jadi Ruang Pemecahan Masalah

Tokoh Pemuda Jakarta Barat H. Umar Abdul Aziz, S.Pd., S.H., M.H., selaku inisiator kegiatan, mengatakan pertemuan tersebut dirancang sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota atau Forkopimko.

Menurut Umar, masyarakat memiliki berbagai persoalan yang membutuhkan penjelasan langsung dari pihak terkait. Karena itu, forum dialog seperti ini dinilai penting agar permasalahan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.
“Alhamdulillah berkat dukungan stakeholder semua yang ada di sini, kita dapat berkumpul. Momentum yang baik ini kita harapkan apa yang menjadi kendala-kendala di Jakarta Barat nanti dapat dijelaskan dan problem solving ini menjadi acuan kita ke depannya sebagai warga Jakarta Barat,” ujar Umar.

Ia berharap komunikasi yang telah dibangun tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan dapat menjadi tradisi dialog antara pemerintah, aparat dan masyarakat.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi, ajakan maupun isu yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Ia juga meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya agar tidak terjerumus dalam tawuran, narkoba maupun aktivitas lain yang dapat merugikan masa depan mereka.
“Mari kita menjadi polisi bagi kita sendiri. Artinya, kita tidak menjadi pelaku kejahatan dan tidak menjadi korban kejahatan,” ujar Nasriadi.

Pesan tersebut menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah kejahatan sejak dari lingkungan keluarga dan tempat tinggal.

Sementara itu, Dandim 0503/Jakarta Barat Letkol Saputra Haki mengingatkan warga agar lebih kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kepanikan apabila langsung dipercaya dan disebarluaskan.
“Harus dicek betul apakah informasi tersebut benar atau tidak. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru membuat kepanikan dan berujung pada kerusuhan,” katanya.

Ia mengajak masyarakat bersama-sama mencegah penyebaran berita bohong, ujaran kebencian maupun informasi provokatif.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Arief Indra Kusuma Adhi menegaskan bahwa keberadaan Forkopimko merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dan perlindungan.
“Tugas kami adalah menjaga agar Jakarta Barat ini menjadi kota yang bisa melayani dan melindungi warganya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat Shinta Purwitasari, jajaran Pemkot Jakarta Barat, para ketua RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pengusaha serta insan pers.

Pertemuan itu memperlihatkan bahwa persoalan keamanan tidak hanya berkaitan dengan tindakan penegakan hukum. Pencegahan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat melalui kepedulian terhadap lingkungan, pengawasan keluarga, kewaspadaan terhadap informasi serta keberanian menyampaikan persoalan kepada pihak berwenang.

Melalui forum tersebut, Forkopimko dan masyarakat Jakarta Barat berupaya menyatukan langkah untuk membangun suasana yang lebih aman, tertib dan kondusif.

Pesan yang mengemuka pun sederhana: menjaga Jakarta Barat bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab seluruh warga.
Jakarta Barat bukan sekadar wilayah administratif, tetapi rumah bersama. Karena itu, keamanan dan kenyamanan kawasan tersebut akan semakin kuat apabila pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat duduk bersama, saling mendengar dan bekerja sama mencari solusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *