Hadapi Musim Kering dan Polusi Udara, BPBD DKI Siap Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

IMG 20260116 WA0007
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Di tengah teriknya matahari yang menyelimuti ibu kota dan kualitas udara yang terus memburuk akibat musim kemarau yang berkepanjangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bergerak cepat menyusun langkah nyata.

Mendukung sepenuhnya arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, pihaknya bersiap melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya menjernihkan udara sekaligus meredakan kekeringan yang mulai terasa.

Langkah strategis ini diungkapkan langsung oleh Kepala BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, Selasa (18/8/2026). Di bawah langit Jakarta yang cerah namun gerah, ia menjelaskan bahwa jajarannya kini terus berdiri berdampingan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memantau pergerakan awan dengan penuh ketelitian. Setiap gumpalan awan yang melintas diamati, dicermati apakah memenuhi syarat teknis untuk dapat dilakukan rekayasa guna menurunkan butiran hujan.

“Pelaksanaan OMC ini sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan teknis. Oleh karena itu, ketika terdapat potensi awan yang memungkinkan, BPBD DKI Jakarta siap berkoordinasi dengan BMKG dan pihak terkait untuk segera melakukan langkah modifikasi cuaca sesuai dengan kondisi dan ketentuan yang berlaku, ” terang Marulitua.

Baca jugaStatus Siaga Gunung Anak Krakatau, BPBD Banten Perkuat Mitigasi: Wisata Anyer-Carita Tetap Aman Dikunjungi

Tak sekadar bersiap menanti awan, BPBD DKI Jakarta juga memperketat kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih akan bertahan hingga akhir September. Udara yang kering dan tanah yang mulai retak membawa potensi bahaya yang tak boleh diabaikan: kobaran api yang dapat menjalar dengan cepat, sumur-sumur warga yang mulai mengering, hingga beragam dampak lain yang muncul akibat kekeringan berkepanjangan.

Menatap masa depan yang masih penuh ketidakpastian iklim, Marulitua menegaskan komitmen penuh lembaganya. “BPBD DKI Jakarta siap menindaklanjuti arahan Gubernur DKI Jakarta, baik dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi musim kering maupun menjaga kualitas udara di Jakarta,” tandasnya.

Sebuah janji nyata bahwa di balik langit Jakarta yang sedang berduka akibat polusi, tangan-tangan penanggulangan bencana terus berupaya merajut harapan akan udara yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih lestari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *