BNN Aceh Bersama Polres Nagan Raya Musnahkan 12 Hektar Tanaman Ganja di Kaki Pegunungan

IMG 20260818 WA0000
BNN Aceh Bersama Polres Nagan Raya Musnahkan 12 Hektar Tanaman Ganja di Kaki Pegunungan.

Satusuaraexpress.co | Aceh — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat cinta tanah air tak hanya terlukis dalam umbul-umbul yang berkibar, melainkan juga diwujudkan dalam pengabdian nyata menjaga bangsa dari bahaya yang mengancam masa depan generasi.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh bersama Kepolisian Resor Nagan Raya melangkah tegas, menyisir kawasan pegunungan untuk memutus mata rantai produksi narkotika yang telah merajalela di dua hamparan lahan luas.

Dua petak lahan seluas kurang lebih 12 hektar arau sekitar 30.000 batang tanaman ganja siap panen itu tersembunyi di Dusun Alue Jring, Desa Blang Meurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, berupa hamparan subur yang tersembunyi di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut, di balik jajaran pegunungan yang menjulang.

Dipimpin langsung oleh Kepala BNN Provinsi Aceh, Dedy Tabrani, operasi ini melibatkan 35 personel gabungan yang berjuang menembus medan terjal, berliku, dan menyusuri jalan setapak yang menanjak tajam. Udara dingin pegunungan tak menyurutkan tekad mereka tiba di lokasi, tempat di mana barisan tanaman ganja tumbuh rapat dan tegak.

Baca jugaBNN RI Gelar Penggerebekan di Kampung Bahari, Terjadi Perlawanan Hingga Dilepaskan Gas Air Mata

“Untuk tinggi 1,5 hingga 3,5 meter, berjarak sekitar 80 sentimeter satu sama lain, tampak rimbun dan telah berusia empat bulan, siap dipanen untuk menjadi racun yang mengancam kehidupan, ” kata Dedy, Selasa (18/8/2026).

Tanpa ragu, para petugas segera turun ke barisan tanaman itu. Satu demi satu dicabut hingga ke akarnya, tak menyisakan sedikit pun harapan agar tanaman itu tumbuh kembali. Rimbunan hijau yang tampak subur itu pun akhirnya berubah menjadi tumpukan kayu yang perlahan dilalap si jago merah.

Asap membubung tinggi ke angkasa pegunungan, menjadi tanda bahwa pasokan gelap yang hendak mengalir ke tengah masyarakat telah diputus seketika. ‘Pemusnahan dilakukan sepenuhnya di lokasi, sesuai prosedur ketat, guna memastikan tak ada satu pun batang yang lolos masuk ke jalur peredaran gelap, ” ujarnya.

Baca jugaBNN dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Narkotika Lintas Negara, 170 Cartridge Vape Berisi Etomidate Disita di Batam

Langkah nyata ini merupakan bagian dari strategi menyasar hulu permasalahan, memutus benih sebelum tumbuh menjadi ancaman yang lebih luas. Pemusnahan di sumber produksi menjadi kunci agar pasokan narkotika tak terus berkembang dan menjangkau masyarakat, sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan yang mencari untung di atas penderitaan sesama bangsa.

Momen peringatan kemerdekaan ke-81 ini menjadi pengingat yang mendalam: mengisi kemerdekaan bukan sekadar perayaan, melainkan menjaga apa yang telah diwariskan para pendahulu. Narkotika adalah musuh bersama yang mampu merusak kesehatan, melenyapkan masa depan generasi muda, dan menggerogoti sendi kehidupan bermasyarakat. Di sinilah cinta tanah air dibuktikan yakni dengan hadir di tempat terjauh sekalipun, membasmi ancaman hingga ke akar-akarnya.

Sinergi erat antara BNN Provinsi Aceh dan Polres Nagan Raya membuktikan bahwa kekuatan bersama adalah kunci kemenangan. Dengan semangat War On Drugs for Humanity, BNN mengajak seluruh elemen bangsa bersatu menjaga tanah air dari ancaman narkotika. Demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari bahaya gelap, demi masa depan generasi penerus, dan demi mewujudkan cita luhur Indonesia Bersih Narkoba Indonesia Bersinar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *