Terobos Jalur Transjakarta, Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP Minta Maaf

anggota dprd dki jakarta dari fraksi pdi perjuangan hardiyanto kenneth
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Alih-alih memberikan contoh yang baik untuk masyarakat, Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth justru bertindak semena-mena. Dimana kendaraan yang ditumpanginya menerobos jalur khusus Transjakarta di kawasan Traffic Light (TL) Pesing, Jakarta Barat.

Bahkan, anggota DPRD DKI yang sudah jelas menyalahi aturan lalu lintas sempat cekcok dengan petugas kepolisian saat itu. Kejadian tersebut viral di media sosial. Tak ingin berlarut-larut, anggota DPRD tersebut memilih mendatangi petugas dan meminta maaf.

Pihak kepolisian menyatakan yang bersangkutan telah datang menemui petugas dan menyampaikan permintaan maaf sebagai wujud itikad baik.

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham, mengonfirmasi bahwa pihak yang terlibat adalah Hardiyanto Kenneth, anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan. Penyelesaian dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan setelah keduanya sepakat untuk saling memaafkan.

Baca jugaPDIP Tegas Tolak Pilkada Melalui DPRD, Menegaskan Hak Kedaulatan Rakyat

“Oh, yang anggota dewan dari PDIP, Pak Kenneth. Sudah ditangani, tadi ada pihak Transjakarta juga hadir. Berdasarkan laporan dari anggota, peristiwa ini sudah damai dan saling memaafkan sesuai situasi yang terjadi,” jelas AKP Ilham, Senin (6/7/2026).

Meskipun sudah tercapai kesepakatan damai, proses penanganan di lingkungan internal kepolisian belum sepenuhnya selesai. Laporan lengkap terkait kejadian tersebut masih disampaikan kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

“Kita masih menunggu petunjuk dari pimpinan. Pak Kasatlantas telah melaporkan hal ini kepada Bapak Dirlantas, sehingga keputusan tindak lanjut akan mengikuti arahan beliau. Namun yang pasti, Pak Kenneth sudah menunjukkan itikad baik dengan mendatangi dan berbicara langsung dengan anggota kami yang bertugas,” tambahnya.

Baca jugaSesumbar Mau Rampok Uang Negara, DPP PDIP Pecat Anggota DRPD Gorontalo

Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 17.45 WIB, saat arus lalu lintas di TL Pesing sedang padat merayap. Pada saat itu, petugas Satlantas Polres Metro Jakarta Barat bersama personel TNI melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara jalur Transjakarta menggunakan pembatas air guna mengatur kelancaran arus kendaraan.

Seorang pengendara mobil yang kemudian mengaku sebagai anggota dewan diduga meminta petugas membuka pembatas agar ia bisa melintas di jalur busway. Permintaan tersebut ditolak karena jalur sedang ditutup untuk kepentingan pengaturan lalu lintas. Tidak terima, pengendara tersebut diduga tetap menerobos pembatas hingga kemudian terlibat adu mulut dengan petugas.

Setelah sempat meninggalkan lokasi, ia dikabarkan kembali mendatangi pos jaga sehingga perselisihan kembali terjadi. Situasi sempat memanas ketika pengendara diduga mengucapkan kata-kata kasar dan bernada menantang. Personel TNI serta petugas patroli kemudian turun tangan melerai agar keributan tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan lain.

“Dari laporan anggota yang bertugas, memang demikian kejadiannya. Ia ingin masuk ke jalur busway meski sudah diarahkan untuk menggunakan lajur lain, namun tetap memaksa dan akhirnya menerobos pembatas,” ungkap AKP Ilham.

Baca jugaPresiden RI Berikan Abolisi Kepada Tom Lembong dan Amnesti untuk Sekjen PDIP

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, menyatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait identitas dan keterlibatan oknum yang mengaku sebagai anggota dewan tersebut.

“Ada foto dari lokasi kejadian. Saya akan lakukan investigasi terlebih dahulu. Terima kasih atas informasinya,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan langsung oleh Hardiyanto Kenneth terkait peristiwa tersebut. Di sisi lain, pihak kepolisian masih menunggu arahan pimpinan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya atas insiden ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *