Sudah Dilantik ke Jaksel, Seko Jakbar Masih Disorot soal Kinerja di Jabatan Lama

Screenshot 2026 06 13 22 11 40 72 96b26121e545231a3c569311a54cda96

Satusuaraexpres.co | Jakarta – Masa transisi jabatan yang tengah dijalani Firmanudin Ibrahim setelah dilantik sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Selatan menjadi perhatian berbagai kalangan. Meski telah memperoleh promosi jabatan, Firmanudin masih tercatat sebagai Sekretaris Kota (Seko) Jakarta Barat hingga efektif menjalankan tugas barunya pada 1 Agustus 2026.

Situasi tersebut memunculkan harapan masyarakat agar seluruh tugas dan tanggung jawab yang masih melekat di Jakarta Barat tetap dijalankan secara maksimal. Warga menilai bahwa perpindahan jabatan dalam birokrasi tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik maupun pengawasan terhadap berbagai program pembangunan yang sedang berlangsung.

Sejumlah elemen masyarakat menyoroti pentingnya keberlanjutan program selama masa transisi. Menurut mereka, seorang pejabat yang akan berpindah tugas tetap memiliki kewajiban memastikan seluruh agenda pemerintahan berjalan sesuai target hingga hari terakhir masa jabatannya.

“Mutasi adalah hal yang biasa dalam birokrasi. Namun yang terpenting adalah memastikan pekerjaan yang sedang berjalan tidak terabaikan karena fokus pada jabatan baru,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Jakarta Barat, Sabtu (13/6/2026).

Perhatian publik juga muncul terkait aktivitas lapangan yang dinilai menjadi indikator penting dalam menjalankan fungsi pengawasan pemerintahan. Beberapa pihak mengaku jarang melihat kehadiran Firmanudin dalam sejumlah agenda di wilayah Jakarta Barat setelah proses mutasi diumumkan.

Menurut mereka, kehadiran pejabat di lapangan memiliki peran strategis untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif sekaligus menjadi sarana menyerap langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Selain itu, aspek pengelolaan dan pengamanan aset daerah turut menjadi bahan evaluasi publik. Selama menjabat sebagai Sekretaris Kota Jakarta Barat, Firmanudin memiliki peran koordinatif dalam berbagai urusan administrasi pemerintahan, termasuk yang berkaitan dengan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejumlah pemerhati kebijakan publik menilai masyarakat berhak mengetahui capaian yang telah dihasilkan selama masa kepemimpinannya. Transparansi terhadap progres penyelamatan aset dinilai penting karena berkaitan dengan tata kelola pemerintahan yang baik serta perlindungan terhadap kekayaan daerah.

“Publik tentu ingin mengetahui sejauh mana upaya pengamanan aset telah dilakukan. Ini bagian dari pertanggungjawaban pejabat kepada masyarakat,” kata seorang pemerhati pemerintahan.

Pengamat birokrasi menilai masa transisi merupakan periode yang tidak kalah penting dibandingkan saat awal menjabat. Pada fase ini, seorang pejabat dituntut menyelesaikan berbagai target kerja sekaligus menyiapkan proses serah terima yang baik kepada pejabat penerusnya.

Menurutnya, keberhasilan seorang aparatur negara tidak hanya diukur dari kemampuan meraih promosi jabatan, tetapi juga dari kemampuannya menuntaskan tanggung jawab yang masih diemban sebelum berpindah tugas.

“Profesionalisme birokrasi terlihat dari bagaimana seorang pejabat menyelesaikan pekerjaannya hingga tuntas. Jangan sampai ada program yang tertinggal atau menjadi beban bagi pejabat berikutnya,” ujarnya.

Di sisi lain, pelantikan Firmanudin sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Selatan menunjukkan adanya kepercayaan pemerintah terhadap pengalaman dan kapasitas yang dimilikinya selama berkarier di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Karena itu, masyarakat berharap pengalaman tersebut juga tercermin dalam penyelesaian tugas-tugas yang masih menjadi tanggung jawabnya di Jakarta Barat.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Firmanudin Ibrahim terkait berbagai perhatian publik mengenai kinerja maupun aktivitasnya selama masa transisi jabatan. Namun sorotan yang berkembang menunjukkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap transparansi, akuntabilitas, dan kesinambungan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bagi warga Jakarta Barat, yang menjadi perhatian utama bukan sekadar perpindahan jabatan, melainkan memastikan seluruh program pembangunan, pelayanan masyarakat, serta pengamanan aset daerah tetap berjalan optimal hingga berakhirnya masa tugas pejabat yang bersangkutan.

Dengan demikian, proses transisi dapat berlangsung lancar tanpa mengganggu roda pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *