Enam Pelajar Ditetapkan Sebagai Tersangka Kericuhan May Day 2026 di Bandung

1777668943 Screenshot 20260502 035508 com.huawei.photos
Enam Pelajar Ditetapkan Sebagai Tersangka Kericuhan May Day 2026 di Bandung.

Satusuaraexpress.co | Bandung — Suasana peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di sepanjang Jalan Tamansari, Kota Bandung, berubah menjadi suasana yang mencekam akibat insiden kericuhan yang terjadi. Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, Polda Jawa Barat akhirnya menetapkan enam orang berstatus pelajar sebagai tersangka utama dalam peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa pada tahap awal, tujuh orang terduga pelaku telah diamankan oleh petugas. Namun, setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan yang mendalam dan teliti, enam orang di antaranya resmi ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan ini diumumkan secara resmi pada Sabtu, 2 Mei 2026.

“Keenam pelajar tersebut berinisial MRN, MRA, RS, MFNA, FAP, dan HIS, ” kata Hendra, Minggu (3/5/2026).

Dari lokasi kejadian maupun saat pemeriksaan, pihak kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti yang dianggap berbahaya dan berkaitan langsung dengan tindakan anarkis itu.

Baca jugaRSHS Bandung Minta Maaf atas Kasus Penyerahan Bayi ke Orang Lain, Kasus Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Di antara barang bukti tersebut terdapat dua buah bom molotov, sejumlah bensin yang diduga akan digunakan untuk tindakan berbahaya, serta sejumlah atribut yang mengindikasikan keterkaitan dengan kelompok tertentu. Atribut tersebut meliputi bendera bertuliskan ‘Punk Football Hate Cops’ dan stiker bertuliskan ‘Jaringan Konspirasi Sel-Sel Api’.

Berdasarkan hasil penyelidikan, peran masing-masing tersangka telah diidentifikasi dengan jelas. Ada yang bertugas menyiapkan alat berbahaya seperti bom molotov, ada yang secara langsung melakukan tindakan pelemparan ke arah petugas maupun fasilitas umum, hingga mereka yang bertindak sebagai provokator yang membakar semangat kekerasan di antara peserta aksi.

Baca jugaKisah Pria Asal Bandung, Jebak Pelaku Penipuan Modus Sebagai Pegawai Trans7

Akibat insiden ini, sejumlah fasilitas umum yang ada di sekitar lokasi kejadian mengalami kerusakan yang cukup parah dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menghentikan langkah penyelidikan.

Tim Resmob dari Ditreskrimum Polda Jabar masih terus melakukan pengembangan kasus untuk mengejar dan mengidentifikasi pelaku lain yang diduga terlibat. Upaya ini dilakukan melalui analisis rekaman kamera pengawas di sepanjang lokasi kejadian serta ekstraksi data dari perangkat telepon genggam milik para tersangka yang sudah diamankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *