Sudinkes Jakarta Barat Menargetkan Deteksi 11.955 Kasus TBC pada Tahun 2026

Screenshot 20260426 143432
Sudinkes Jakarta Barat Menargetkan Deteksi 11.955 Kasus TBC pada Tahun 2026.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat menetapkan target deteksi sebanyak 11.955 kasus Tuberkulosis (TBC) sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan April tahun ini, ribuan kasus telah berhasil ditemukan sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan eliminasi TBC di Jakarta pada tahun 2030.

Kepala Sudinkes Jakarta Barat, Sahruna, menyampaikan bahwa sejak 1 Januari hingga 15 April 2026, telah terdeteksi 3.027 kasus TBC. Angka ini diproyeksikan akan terus meningkat seiring berlanjutnya berbagai upaya deteksi yang dilakukan oleh pihaknya.

“Target temuan tahun ini 11.955 kasus. Sementara sejak 1 Januari hingga 15 April 2026, sudah ada 3.027 kasus terdeteksi,” ujar Sahruna, Minggu (26/4/2026).

Upaya deteksi tersebut dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu aktif dan pasif. Pendekatan aktif meliputi skrining kesehatan, Cek Kesehatan Gratis (CKG) di masyarakat, serta peran aktif Kader TBC di lapangan. Sementara itu, pendekatan pasif dilakukan melalui pelayanan bagi suspek TBC yang datang ke fasilitas kesehatan.

Baca jugaBPOM RI Berikan Izin Pelaksanaan Uji Klinis Tahap 3 Vaksin TBC

“Selain deteksi kasus, penanganan pasien TBC juga dilakukan sesuai standar di seluruh fasilitas kesehatan, ” ujarnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudinkes Jakarta Barat, Arum Ambarsari, menjelaskan bahwa penanganan mencakup pemantauan kepatuhan minum obat, pemeriksaan kontak erat pasien, serta pemberian obat pencegahan bagi kontak erat yang sehat untuk mencegah penularan lebih lanjut.

“Jadi ada pemantauan kepatuhan minum obat, kemudian pemeriksaan kontak erat pasien TB, dilanjutkan dengan pemberian obat pencegahan TB pada kontak erat pasien TB yang sehat agar tidak tertular TB,” kata Arum.

Baca jugaLibatkan Masyarakat, Wali Kota Jaksel Gencar Tangani Penyakit TBC

Upaya pengendalian TBC juga diperkuat melalui kegiatan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Pihaknya terus melakukan promosi dan edukasi mengenai pencegahan penyakit TBC, termasuk pentingnya imunisasi, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, etika batuk yang benar, serta informasi mengenai akses layanan kesehatan apabila seseorang mengalami gejala TBC.

“Jadi kita lakukan promosi dan edukasi pencegahan penyakit TB melalui imunisasi, perilaku hidup bersih dan sehat, etika batuk, serta informasi akses layanan kesehatan apabila bergejala TB,” tutup Arum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *