Satusuaraexpress.co | Jakarta — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem DKI Jakarta menggelar aksi Unjuk rasa di depan Gedung Tempo, Jl. Palmerah Barat No. 8, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).
Aksi dihadiri oleh kurang lebih sebanyak 300 orang massa yang hadir dengan tertib dan terorganisir. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Anwar Sjani. Secara umum, situasi selama berlangsungnya unjuk rasa terlihat kondusif dan berjalan dengan aman.
Inti dari aksi damai ini adalah protes keras terkait pemberitaan yang dimuat oleh Majalah Tempo pada edisi 13-16 April 2026. Massa menilai terdapat kesalahan fatal dan pemberitaan yang tidak akurat dalam laporan utama, mulai dari judul, foto sampul depan, hingga isi tulisan dan analisis yang disajikan.
Dalam orasi yang disampaikan, massa menegaskan bahwa Majalah Tempo dinilai telah melakukan upaya pelecehan secara sistematis yang bertujuan merendahkan martabat pimpinan serta institusi Partai NasDem.
Baca juga : IMAPA Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor BPK RI
Secara spesifik, penayangan judul sampul berupa “PT NasDem Indonesia Raya TBK” dianggap sebagai upaya sengaja untuk memframing partai politik tersebut layaknya sebuah lembaga komersial semata, yang bertentangan dengan esensi dan kaidah berdirinya sebuah partai politik.
Selain itu, isi laporan utama juga dinilai secara sengaja membentuk opini publik bahwa Partai NasDem telah menukar prinsipnya dengan kepentingan-kepentingan yang bersifat pragmatis. Hal ini dikategorikan sebagai jurnalisme yang insinuatif, tidak bertanggung jawab, serta jauh dari kaidah etika jurnalistik yang baik.
Berdasarkan hal tersebut, terdapat tiga tuntutan utama yang disampaikan kepada pihak Majalah Tempo:
1. Meminta maaf secara terbuka dan tertulis kepada Pimpinan dan seluruh kader Partai NasDem.
2. Memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang dinilai tidak akurat tersebut.
3. Membuat komitmen untuk senantiasa menjaga etika dan akurasi dalam setiap produk jurnalistik yang diterbitkan di masa mendatang.
Dalam sesi orasi yang berlangsung hangat namun tetap tertib, para pemimpin orasi menegaskan bahwa aksi ini bukan upaya untuk membungkam demokrasi atau kebebasan berpendapat. Namun, ini adalah bentuk penolakan terhadap pemberitaan yang tidak didasari oleh data yang konkrit dan faktual.
Baca juga : Komite Eksekutif Partai Buruh Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR/MPR RI
“Hari ini kita berdiri bukan untuk membungkam demokrasi dan kebebasan berpendapat, tetapi kita berdiri karena ada kesalahan dari pihak Tempo. Mana ada berita yang diungkap tetapi tidak ada data yang konkrit?”, ujar salah satu orator.
Massa juga menekankan agar aksi yang dilakukan tetap terjaga sebagai aksi damai dan tidak boleh dipandang sebagai tindakan anarkis. Mereka juga mengingatkan agar media memberitakan peristiwa ini sesuai fakta, bukan sekadar opini semata.
Salah satu poin penting yang disuarakan adalah mengenai batasan kebebasan pers. Massa menyoroti perlunya keadilan di atas kebebasan yang mutlak.
“Kebebasan yang sebebas-bebasnya itu tidak akan menciptakan keadilan, tetapi akan menciptakan anarkisme,” tegasnya.
Lebih lanjut, massa menegaskan bahwa kebenaran adalah pilar utama yang dibutuhkan. Mereka memberikan batas waktu bagi Majalah Tempo untuk memberikan tanggapan.
“Saya menuntut Tempo untuk melakukan permintaan maaf di depan kami selama 1×24 jam atas pertanggung jawaban berita yang dikeluarkan. Jika tidak dipenuhi, kami mengancam akan melaksanakan aksi berhari-hari,” tambahnya.
Aksi ini ditutup dengan seruan agar pers nasional tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan etika, serta tidak melecehkan institusi yang selama ini berkontribusi besar bagi pembangunan bangsa.













