Satusuaraexpress.co | Jakarta — Dua pasar ikonik, yakni Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara, mulai dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kedua pasar ini resmi memulai babak baru menuju transformasi yang lebih modern, nyaman, dan berkelas.
Langkah ini merupakan bagian dari program besar Pemprov DKI dalam memodernisasi total 153 pasar tradisional yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya.
Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, menyambut baik dimulainya pembangunan ini. Ia berharap kedua pasar tersebut dapat menjadi contoh atau role model bagi modernisasi pasar tradisional lainnya di seluruh wilayah ibu kota.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh modernisasi pasar tradisional yang diinginkan kita semua, terutama masyarakat Jakarta,” ujar Wahyu, Selasa (7/4/2026).
Baca juga : DPRD DKI : Investasi PSO Berdampak Besar pada Ekonomi Jakarta
Dalam pandangan Wahyu, konsep pasar modern tidak melulu harus diidentikkan dengan bangunan yang megah atau mewah layaknya pusat perbelanjaan elit. Lebih dari itu, modernisasi yang diharapkan adalah yang mampu memberikan nilai tambah berupa kenyamanan, keamanan, dan kelengkapan fasilitas yang memadai bagi setiap pengunjung.
“Pasar yang nyaman dan aman untuk berbelanja, dengan fasilitas yang lengkap dan berfungsi dengan baik. Itu yang terpenting,” tegasnya.
Pernyataan ini sejalan dengan visi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang sebelumnya telah meresmikan dimulainya proyek ini. Fokus pembangunan tidak hanya pada perombakan fisik bangunan, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan sistem perdagangan.
Wahyu menegaskan bahwa modernisasi pasar tidak akan berhasil maksimal jika hanya mengandalkan perbaikan fisik semata. Diperlukan adanya perubahan pola pikir dan komitmen yang kuat dari semua pihak, baik pengelola maupun para pedagang, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pasar yang tertib, bersih, dan rapi.
“Komitmen ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti merapikan lapak, menjaga kebersihan, dan menciptakan kenyamanan di lingkungan pasar,” tambahnya.
Selain aspek kebersihan dan ketertiban, ia juga mendorong penerapan sistem transaksi nontunai atau cashless. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan keamanan serta efisiensi ekonomi dalam setiap aktivitas jual beli. Wahyu berpesan agar upaya pembenahan ini bisa mulai diterapkan sejak dini di seluruh pasar, tidak perlu menunggu proses fisik selesai.
Baca juga : Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth Sidak Terminal Kalideres, Pastikan Masyarakat Mudik dengan Nyaman
Proyek ambisius ini mendapatkan dukungan anggaran yang sangat besar melalui Penyertaan Modal Daerah (PMD). Untuk Pasar Kramat Jaya, dialokasikan dana sebesar Rp10,2 miliar, sedangkan untuk Pasar Gardu Asem senilai Rp10,6 miliar.
Dengan investasi yang signifikan tersebut, kedua pasar nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang sangat lengkap dan modern. Mulai dari ruang laktasi yang nyaman, area parkir yang memadai, hingga sarana olahraga untuk masyarakat sekitar.
Revitalisasi ini ditargetkan akan selesai sepenuhnya pada awal tahun 2027. Dengan selesainya proyek ini, diharapkan wajah pasar tradisional di Jakarta akan semakin berubah menjadi lebih baik, bersih, modern, dan tetap menjadi tempat yang akrab bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bertransaksi.
“Mudah-mudahan perubahan pasar tradisional di Jakarta bisa segera terwujud seiring dengan proses rehabilitasi fisik yang dilakukan secara bertahap,” pungkas Wahyu.













