Satusuaraexpress.co | Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dikabarkan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, pada Jumat, 27 Februari 2026.
Aksi ini dipicu oleh gelombang protes atas dugaan tindakan represif aparat dan tuntutan reformasi institusi kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa diperkirakan berjumlah sekitar 400 orang di bawah pimpinan Ketua BEM UI 2026, Yatalathof Ma’shum Imawan.
Massa direncanakan berkumpul di Lapangan FISIP UI pada pukul 13.00 WIB sebelum bertolak ke Jakarta menggunakan armada 10 Bus Miniarta dan 8 angkutan kota (angkot).
Massa aksi mahasiswa mendesak penegakan hukum maksimal bagi oknum polisi yang terlibat dalam kasus pembunuhan siswa MTsN 1 di Maluku berinisial AT.
Selain itu, ada enam poin tuntutan utama yang akan dibawa mahasiswa:
– Hukuman Berat: Mendesak hukuman pidana seberat-beratnya bagi polisi pembunuh AT dan aparat pelaku represifitas lainnya.
– Copot Kapolri: Mendesak pencopotan Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kapolri.
– Pembebasan Tapol: Menuntut pembebasan tahanan politik yang dianggap dikriminalisasi.
– Batasan Kewenangan: Menuntut penarikan anggota Polri dari jabatan sipil untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power).
– Reformasi Institusi: Menuntut reformasi struktural, kultural, dan instrumental di tubuh Polri.
– Hasil Konkret: Menagih hasil nyata dari Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Menanggapi rencana mobilisasi massa tersebut, pihak keamanan terkait telah melakukan langkah antisipasi.
Laporan menyebutkan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan antara pihak internal kampus (PLK UI) dengan aparat kewilayahan seperti Koramil 02/Beji dan Polsek Beji.
Langkah monitoring akan dilakukan mulai dari titik kumpul mahasiswa di lingkungan kampus UI Depok guna memastikan keberangkatan massa berjalan kondusif hingga mencapai lokasi aksi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.













