Jembatan Setu Retak dan Amblas, Kelurahan Batasi Kendaraan Berat

Screenshot 20260226 154548
Jembatan Setu Retak dan Amblas, Kelurahan Batasi Kendaraan Berat.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Di Jalan Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, sebuah jembatan penghubung wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat (Bekasi) kini menghadapi kondisi yang mengkhawatirkan. Struktur jembatan menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang nyata dengan permukaan yang retak dan sebagian bagian bahkan telah amblas.

Menanggapi kondisi tersebut, Lurah Setu Dwi Widiastuti pada hari Kamis menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan membatasi akses kendaraan berat melewati jembatan tersebut.

“Kendaraan berat tidak boleh melewati lagi untuk menjaga keamanan, sehingga menunggu perbaikan jembatan ini agar tidak ada kerusakan yang lebih parah lagi,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Baca jugaPemkot Jakarta Timur Perbaiki Jalan Berlubang untuk Keselamatan Masyarakat

Pembatasan akses menjadi upaya preventif untuk mencegah kondisi jembatan semakin memburuk. Sebelumnya, pihak kelurahan telah melakukan langkah-langkah pelaporan secara bertahap, mulai dari menyampaikan masalah dalam rapat tingkat kecamatan hingga mengirim surat resmi ke berbagai instansi terkait.

“Untuk penanganannya awal kami sudah melaporkan ke pimpinan melalui rapat di kecamatan. Kami pun sudah bersurat ke kecamatan, Dinas Bina Marga, dan rencananya ke PUPR,” jelas Dwi.

Karena menjadi pembatas antarprovinsi, jembatan tersebut berada dalam kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sehingga, perbaikan struktural menyeluruh masih menunggu tindak lanjut dari instansi berwenang. Sebagai langkah pengamanan sementara, pihak kelurahan akan memasang spanduk yang menyatakan larangan bagi kendaraan besar untuk melintas.

Baca juga Pemkot Jakarta Timur Kembalikan Fungsi Lahan TPU Kebon Nanas, Siapkan 2.500 Petak Makam Baru

Saat ini, akses jembatan hanya diperbolehkan untuk kendaraan roda dua. Sedangkan kendaraan roda empat maupun kendaraan besar diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.

Menurut Dwi, kondisi jembatan terus mengalami penurunan dengan retakan yang semakin melebar dari waktu ke waktu. Jika tidak segera mendapatkan penanganan, kerusakan diperkirakan akan bertambah parah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pihak kelurahan mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi pembatasan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama, sambil menunggu proses perbaikan dari pihak berwenang. Kerusakan pada jembatan tersebut diduga disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu usia bangunan yang sudah cukup lama serta gerusan air yang terjadi di bagian bawah struktur jembatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *