Satusuaraexpress.co | Jakarta — Wacana perekrutan 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi prajurit Komando Cadangan (Komcad) pertama kali disampaikan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan di Gedung DPR RI, Jakarta.
Menanggapi hal ini, TNI Angkatan Darat (TNI AD) melalui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan siap mendukung dan memfasilitasi kebijakan tersebut.
“Ya kemungkinan besar akan begitu, cuma kebijakan ini saya kira dari Mabes TNI nanti. Mungkin lebih detail ditanya ke Mabes TNI,” ujar Maruli saat acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD Tahun 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa terkait teknis pelaksanaan merupakan kewenangan Mabes TNI. Lebih lanjut, Maruli memastikan TNI AD siap memaksimalkan semua fasilitas yang ada untuk mendukung program pemerintah.
“Jadi kalau apa yang kami punya nanti petunjuknya bagaimana kita siapkan semaksimal mungkin apa yang kita bisa. Jadi memang yang paling punya banyak fasilitas untuk berlatih saya kira Angkatan Darat,” katanya.
Sebagai informasi, Wamenhan, Donny Ermawan menyebut pendidikan dasar Komcad untuk 4.000 ASN kemungkinan akan dimulai pada April 2026, setelah melalui tahapan seleksi dari nama-nama yang diajukan masing-masing kementerian dan lembaga.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya juga menyampaikan bahwa program ini diarahkan untuk memperkuat jiwa nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan aparatur negara, dengan target pelaksanaan bertahap setiap triwulan pada semester pertama 2026. ASN yang berusia 18 hingga 35 tahun akan mengikuti pelatihan dasar militer yang disesuaikan, dan setelah selesai akan kembali ke instansi masing-masing.
Pelatihan Komcad akan melibatkan tiga matra TNI yaitu TNI AL, TNI AU, dan TNI AD. Komcad bertujuan memperkuat Komponen Utama (TNI) dalam menghadapi ancaman, terutama melalui mobilisasi saat negara darurat.













