Satusuaraexpress.co | Jakarta — ratusan pendidik yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen MPR/DPR RI. Massa mulai berdatangan sejak pukul 08.55 WIB. Mereka datang untuk menyuarakan aspirasi dalam aksi unjuk rasa besar-besaran.
Dipimpin oleh Fikri Aziz dan Asep Rijal Asyari, aksi ini membawa sekitar 750 peserta. Massa tampak mencolok dengan seragam almamater guru dan ikat kepala bertuliskan “PGM”. Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, melainkan membawa kegelisahan atas nasib pendidikan madrasah swasta yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera.
Kekuatan massa kali ini datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatra. Peserta aksi berasal dari Cirebon, Tasikmalaya, Cianjur, Bandung, Garut, Indramayu (Jawa Barat), Banjarnegara, Semarang, Temanggung (Jawa Tengah), Pandeglang (Banten), hingga perwakilan dari Lampung (Sumatra). Pergerakan massa yang terorganisir ini menunjukkan bahwa isu kesejahteraan guru madrasah merupakan persoalan sistemik yang dirasakan secara nasional.

Dengan spanduk dan poster bertuliskan kalimat-kalimat menggugah seperti “Jangan anak tirikan madrasah swasta” dan “Angkat Guru Madrasah Swasta PPPK”, massa aksi membawa empat tuntutan utama: penghapusan diskriminasi, kesetaraan status PPPK, reformasi sistem tunjangan, dan desakan penerbitan Instruksi Presiden (INPRES) mengenai Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah Swasta.
Baca juga : Penghapusan Skema P3K Paruh Waktu: Peluang atau Ancaman?
Para orator bergantian membakar semangat rekan-rekannya di bawah terik matahari Jakarta. Meski jumlah massa cukup besar, jalannya aksi terpantau tetap tertib. Aparat kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas agar arus kendaraan tetap mengalir meskipun terjadi perlambatan di sekitar titik aksi.
Massa menyatakan akan tetap bertahan di lokasi hingga ada perwakilan dari DPR RI yang bersedia menemui mereka untuk menerima draf tuntutan secara langsung. Hingga laporan ini disusun, situasi masih dalam keadaan aman dan kondusif.













