Satusuaraexpress.co | Jakarta — Penataan lahan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas yang terletak di Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, terus berlangsung dengan kecepatan tinggi. Hingga kemarin, progres kerja penataan telah mencapai sekitar 60 persen dari total pekerjaan yang direncanakan.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur, Dwi Ponangsera, menjelaskan bahwa proses penataan terus dilakukan meskipun menghadapi sejumlah hambatan yang tidak dapat dihindari. Kendala utama yang dihadapi tim kerja adalah faktor cuaca, di mana sering terjadi hujan deras yang disertai angin kencang.
“Kondisi tersebut membuat pekerjaan terpaksa dihentikan secara sementara untuk menjamin keamanan dan kelancaran proses. Namun, ia menegaskan bahwa jika cuaca menunjukkan kondisi cerah, seluruh aktivitas penataan akan segera dilanjutkan, ” kata Dwi, Sabtu (7/2/2026).
Baca juga : Kriminalisasi J, Disabilitas Intekektual yang Dihadang Dalam Proses Hukum
Selain itu, karakteristik tanah merah di area TPU menjadi tantangan tambahan. Saat hujan turun, tanah tersebut menjadi licin sehingga akses masuk ke lokasi pekerjaan menjadi sangat sulit dilalui. Akibatnya, truk yang bertugas mengangkut puing bangunan liar yang telah ditertibkan tidak dapat mencapai area kerja dengan lancar. Meskipun menghadapi kendala tersebut, pihaknya tetap menetapkan target agar penataan lahan dapat diselesaikan pada pekan depan.
Sementara itu, Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Suku Dinas Tamhut Jakarta Timur, Made Widhi Adnyana Surya Pratita, menambahkan bahwa tahap pembongkaran seluruh bangunan liar di dalam area TPU Kebon Nanas telah berhasil diselesaikan. Saat ini, dua unit alat berat masih aktif dioperasikan untuk melakukan pekerjaan meratakan permukaan lahan serta mengumpulkan puing-puing bangunan hasil pembongkaran.
“Puing yang terkumpul kemudian diangkut ke kawasan Rawa Bebek untuk dimanfaatkan sebagai material urukan lahan, ” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran proses, setiap hari sekitar 30 personel gabungan dari Pasukan Hijau dan Pasukan Biru dikerahkan untuk membersihkan material hasil pembongkaran bangunan liar. Selain itu, sebanyak empat unit truk juga siap beroperasi secara terus-menerus untuk proses pengangkutan material dari lokasi TPU menuju kawasan tujuan.













