Satusuaraexpress.co | Jakarta — Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz menjadi sosok yang mengangkat isu penting terkait penanganan korban penyalahgunaan narkotika di ibu kota.
Ia secara tegas mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan rumah sakit khusus yang diperuntukkan bagi penanganan kasus penyalahgunaan narkotika, mengingat saat ini Jakarta masih kekurangan fasilitas semacam itu.
Saat ini, rumah sakit khusus rehabilitasi narkoba yang ada di Indonesia hanya satu lokasi, yaitu di Lido, Bogor, Jawa Barat. Fasilitas ini dikelola oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan menjadi pilihan utama bagi banyak orang dari seluruh pelosok negeri yang membutuhkan perawatan.
“Antreannya luar biasa karena diakses secara nasional,” ujar Aziz, Selasa (3/2/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, Aziz menilai bahwa Jakarta perlu memiliki fasilitas kesehatan khusus bagi korban narkotika secara mandiri. Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI sebenarnya memiliki banyak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan kapasitas yang memadai.
Baca juga : Pengembangan Budaya Jadi Perhatian Komisi E DPRD DKI Jakarta
“Fasilitas RSUD kita banyak dan cukup,” ucapnya.
Oleh karena itu, langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan melengkapi RSUD yang ada dengan fasilitas khusus untuk penanganan korban penyalahgunaan narkotika, seperti pembuatan bangsal khusus. Selain itu, Aziz berharap Pemprov DKI Jakarta dapat mengalokasikan anggaran untuk penyediaan layanan rehabilitasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar satu persen.
Tujuannya adalah agar korban penyalahgunaan narkotika di Jakarta dapat mendapatkan penanganan secara maksimal, dan yang tak kalah penting adalah membuat mereka tidak lagi merasa segan untuk berkonsultasi dan berobat. Bahkan, seluruh layanan rehabilitasi bagi korban narkotika tersebut diharapkan dapat tersedia secara gratis.
“Ini menjadi gambaran jelas tentang urgensi penanganan korban penyalahgunaan narkotika di Jakarta. Dengan adanya fasilitas yang memadai dan akses yang mudah serta gratis, diharapkan permasalahan penyalahgunaan narkotika di ibu kota dapat semakin terkendali, dan korban dapat mendapatkan kesempatan yang layak untuk kembali pada kehidupan yang sehat, ” tutupnya.













