Satusuaraexpress.co | Jakarta — IPSI DKI Jakarta menggelar Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala IPSI DKI Jakarta. Kompetisi dibuka langsung oleh Walikota Administrasi Jakarta Timur, di GOR Ciracas, pada Senin (22/12/2025).
Ajang spektakular tahunan yang digelar selama empat hari 21 – 24 Desember 2025 dengan 2.500 peserta dari 13 provinsi.
Walikota yang juga Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) DKI Jakarta mengungkapkan, kejuaraan nasional selain menjadi agenda rutin juga merupakan ajang seleksi atlet jelang gelaran empat tahunan Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Selain memang kejuaraan IPSI DKI Jakarta kalender rutin, ini juga menjadi ajang seleksi atlet daerah dalam rangka menghadapi PON 2028. Pesertanya cukup banyak dan antusias karena ini kejuaraan nasional yang diikuti tidak hanya atlet dari DKI Jakarta, tapi dari provinsi lainnya. Sebanyak 13 provinsi yang ikut serta dengan total 2500 peserta,” kata Munjirin.
Kegiatan yang digelar bersamaan dengan perayaan enam tahun pengakuan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) juga diharapkan menjadi tolak ukur bagi prestasi atlet menuju level berikutnya.
Baca juga : Kasudin Pendidikan Jakbar Wilayah 2 Tegaskan Kegiatan Kepramukaan Harus Sesuai Pergub
“Semoga dari kegiatan ini lahir atlet pencak silat yang berprestasi yang bisa membanggakan Kota DKI Jakarta dan juga bisa membanggakan negara Indonesia di kancah Internasional,” ungkapnya.
Turut hadir dalam pembukaan kejuaraan yang mengangkat tema, ‘Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala IPSI DKI Jakarta yaitu Bangga Berbudaya Hebat Berprestasi’, Sekjen Pengurus Besar (PB) IPSI Teddy Suratmadji, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Ananto Kusuma Seta, Ketua Umum KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur Achmad Salahudin, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur Yan Murdian.
Dilokasi yang sama Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Ananto Kusuma Seta merasa bangga bahwa DKI Jakarta telah mampu menyelenggarakan pagelaran budaya Indonesia.
Baca juga : Bank Sampah Naik Kelas, DKI Hadirkan Pusat Daur Ulang di Ciracas
“Saya betul – betul merasa bangga bahwa DKI Jakarta telah menyeranggarakan acara peringatan enam tahun.ditetapkannya Pencak Silat sebagai warisan budaya tak benda dunia, Jarang kota – kota yang lain melakukan hal seperti ini, Tentunya ini bukan sesuatu yang pertama kali dilaksanakan dan tradisi ini harus kita lestarikan, ” terangnya.
“Apalagi Jakarta 4 tahun yang lalu dinobatkan sebagai kota literasi oleh UNESCO, Ini merupakan hal penting bagaimana literasi dan pencaksilat ini menjadi satu kesatuan, menjadi wajah DKI sekarang dan masa yang akan datang.Yang kedua, pencaksilat bukan hanya bicara tentang jurus, tapi pencaksilat bicara tentang cara untuk menjadi manusia yang berbudaya.Istilah letak kekuatan dari pencaksilat itu adalah sastra atau literasi yang digerakkan,” imbuhnya. (Dadang)













