Satusuaraexpress.co | Jakarta — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan rasa sedih dan prihatin terhadap kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang mahasiswi asal Kota Langsa.
Insiden tersebut diduga terjadi ketika korban menumpang mobil untuk melintasi daerah yang tergenang banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kasus ini mencuat ke permukaan setelah sebuah video viral beredar, memperlihatkan warga yang mengepung sopir berinisial S sebagai terduga pelaku.
Dalam keterangannya, Menteri PPPA menegaskan bahwa setiap dugaan kekerasan seksual harus ditangani dengan serius dan profesional. Ia juga menegaskan bahwa negara tetap hadir dan berkomitmen memastikan perlindungan bagi perempuan dan anak, terutama di wilayah yang terkena bencana yang cenderung lebih rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi.
Baca juga : Gudang Penyimpanan Logistik Gedung 1 Lantai 2 Rumah Sakit (RS) Penganyoman Terbakar
Namun, hingga saat ini, Kementerian PPPA belum mendapatkan informasi lengkap terkait kasus tersebut. Ia mengakui bahwa pihak kepolisian sudah mengamankan terduga pelaku, namun pengecekan langsung dari pihak Kementerian belum dapat dilakukan.
Informasi yang diterima hanya sebatas yang beredar di media sosial, sehingga titik kejadian (TKP), identitas korban, dan kronologi lengkap masih belum dapat dikonfirmasi.
Menteri PPPA juga menjelaskan bahwa Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Aceh dan UPTD PPA Kota Langsa masih menghadapi kendala komunikasi. Pemadaman listrik, gangguan jaringan, serta kondisi banjir yang parah membuat petugas kesulitan melakukan verifikasi langsung ke lokasi kejadian.
Kondisi di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir juga membuat akses informasi menjadi terbatas; internet belum sepenuhnya aktif di sejumlah titik, sehingga koordinasi terkait kasus ini masih terhambat. Pihak UPTD menyatakan bahwa informasi yang diterima masih bersifat awal dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Baca juga : “Terpelanting ke jalan” Aktor Gary Iskak Tutup Usia
Menteri PPPA menekankan perlunya menunggu hasil pemeriksaan dan verifikasi langsung terkait kasus tersebut. Pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan terhadap perempuan dan anak dalam situasi bencana yang meningkatkan risiko tindak kekerasan.
Ia berharap dalam beberapa hari ke depan, kondisi di Aceh Tamiang akan membaik sehingga pihak terkait dapat memperoleh informasi yang lebih akurat dan memastikan penanganan kasus sesuai prosedur.
Selain itu, ia mengajak masyarakat yang melihat, mengetahui, maupun mengalami kekerasan untuk berani melapor ke pihak kepolisian, UPTD terdekat, atau melalui layanan aduan 24 jam Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di nomor telepon 129, WhatsApp 08111-129-129, atau laman https://laporsapa129.kemenpppa.go.id.













