Launching Sekretariat Bersama GKSR Digelar di Hotel Grand Sahid, Delapan Parpol Sepakat Deklarasikan Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat

Screenshot 2025 11 22 20 06 22 26 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Satusuaraexpress | Jakarta — Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) resmi meluncurkan Sekretariat Bersama dalam sebuah acara yang berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025, di Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dihadiri perwakilan delapan partai politik nonparlemen dan sejumlah tokoh nasional.

Acara berlangsung dengan jumlah peserta sekitar 60 orang dan dipimpin langsung oleh Dr. Oesman Sapta Odang (OSO). Selain itu, tampak hadir Presiden Partai Buruh Ir. H. Said Iqbal, M.E., serta perwakilan dari Partai Perindo, PPP, Hanura, PKN, Partai Umat, Partai Berkarya, dan PBB.

Rangkaian Acara Resmi Dimulai dengan Lagu Kebangsaan

Acara dibuka dengan registrasi dan makan siang bersama pada pukul 11.30 WIB. Tepat pukul 13.00 WIB, kegiatan dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, diikuti sambutan dari para pimpinan partai.

Dalam sambutannya, Said Iqbal menyampaikan apresiasi kepada seluruh partai yang hadir serta menjelaskan struktur kepengurusan GKSR dan tujuan utama gerakan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa GKSR telah menghimpun 10 partai politik nonparlemen dan 2 partai yang belum lolos verifikasi Pemilu. Menurutnya, gerakan itu dibentuk untuk mengembalikan kedaulatan suara rakyat dalam sistem demokrasi.

“GKSR ini ingin mengembalikan kedaulatan suara rakyat. Semoga gerakan ini semakin kuat ke depan,” ujar Said Iqbal.

Oesman Sapta: GKSR Hadir Karena Ada Ketidakadilan

Sambutan berikutnya disampaikan Dr. Oesman Sapta Odang. Ia menegaskan bahwa GKSR lahir karena adanya persoalan yang dinilai merugikan suara rakyat dalam proses politik dan pemilu sebelumnya.

“Kita melakukan gerakan ini karena ada sesuatu yang tidak beres dan merugikan rakyat. GKSR adalah gerakan untuk memperjuangkan keadilan suara rakyat,” tegas OSO.

Ia juga menekankan bahwa kekuatan GKSR terletak pada persatuan antarpartai, bukan pada besar kecilnya jumlah suara masing-masing.

Rapat Internal dan Deklarasi Resmi

Pada pukul 14.41 WIB, rapat internal GKSR dimulai dan awak media diminta keluar ruangan. Rapat berlangsung hingga pukul 15.43 WIB, kemudian dilanjutkan konferensi pers.

Dalam konferensi pers tersebut, GKSR menyampaikan beberapa poin utama hasil pertemuan, di antaranya:

1. Resmi mendirikan Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat yang ditandatangani delapan pimpinan partai.

2. Menetapkan materi perjuangan empat tahun ke depan, termasuk:

Perubahan mekanisme verifikasi parpol untuk pemilu: Parpol parlemen cukup daftar ulang, parpol nonparlemen cukup verifikasi administrasi.

Menyikapi Putusan MK No. 116 Tahun 2024 dan mendorong parliamentary threshold 1%. Mendesak agar parpol nonparlemen juga memperoleh dana politik, sesuai prinsip pendidikan politik.

Penyusunan sistem pemilu baru dengan pendekatan konsep, lobi, dan aksi.

3. GKSR menegaskan bahwa mereka tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan tidak ingin dianggap sebagai kelompok oposisi.

“Kami membangun bangsa bersama-sama, dan menegaskan bahwa GKSR mendukung pemerintah.” ungkap Said Iqbal dalam konferensi pers.

Delapan Partai Politik Bergabung dalam GKSR

Adapun partai politik yang tergabung dalam GKSR meliputi: PPP, Hanura, Perindo, Partai Buruh, PBB, Partai Uma. Partai Berkarya dan PKN

Acara Ditutup Pukul 16.14 WIB setelah sesi tanya jawab dengan media, kegiatan ditutup pada pukul 16.14 WIB. Dengan deklarasi resminya, GKSR menyatakan siap memperjuangkan perbaikan sistem pemilu dan penguatan demokrasi melalui kolaborasi antarpartai politik nonparlemen.

(Uaa/igo/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *