Satusuaraexpress.co | Jakarta – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah menetapkan empat pulau di Aceh masuk ke dalam peta Sumatra Utara. Penetapan membuat masyarakat Aceh murka. Tito di nilai membenturkan masyarakat Aceh dengan Sumatera Utara.
Kebijakan mantan Kapolri itu pun membuat Pengamat kebijakan publik, Nasrul Zaman, angkat bicara. Nasrul meminta Presiden Prabowo Subianto supaya mencopot Tito Karnavian dari jabatan Menteri Dalam Negeri. Hal ini dilakukan terkait pencaplokan empat pulau Aceh.
“Hal ini penting dilakukan Presiden. Sejarah panjang republik ini dengan Aceh dan dicaploknya empat pulau itu menjadi benih perpecahan dan perlawanan pasca damai di Aceh,” kata Nasrul, Senin (9/6/2025).
Baca juga : Menang Tipis Atas China, Timnas Indonesia Siap Melaju ke Putaran Empat Piala Dunia
Permendagri yang menetapkan empat pulau di Aceh masuk ke dalam peta Sumatra Utara dinilai Nasrul sangat menyakiti perasaan rakyat Aceh. Setelah 20 tahun berdamai dengan Pemerintah Indonesia, Aceh malah kehilangan empat pulau itu.
Bahkan Nasrul menilai peraturan itu dibuat untuk membenturkan masyarakat Aceh dengan masyarakat Sumatra Utara. Hal ini, kata Nasrul, pernah dilakukan oleh pemerintah pada masa konflik dulu.
Baca juga : KemenP2MI Cabut Sanksi, Tiga P3MI Kembali Bisa Tempatkan Pekerja Migran Indonesia
Nasrul juga mengingatkan bahwa sejumlah elemen di Aceh dan Sumatra Utara sadar bahwa empat pulau itu memang milik Aceh. Sejak 1992 tidak ada satupun argumentasi dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara tentang empat pulau itu.
“Jadi dalam hal ini Mendagri Tito sepertinya bermain di belakang Presiden Prabowo. Padahal dia tahu kedekatan presiden dengan Gubernur Aceh,” kata Nasrul.













