Satusuaraexpress.co | NTT – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Busa Tenggara Timur (NTT) meletus pada selasa (17/6) pukul 17.35 WITA. Pusat Vulkanlogi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan tinggi kolom abu mencapai 10 km di atas puncak (#11.584 meter di atas permukaan laut).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Diketahui, sekitar 450 kepala keluarga dari desa-desa yang berada dalam radius 6-7 km dari kawag telah menghuni rumah hunian sementara yang dibangun pemerintah sejak erupsi pertama pada November 2024.
Aktivitas vulkanik saat ini masih berlangsung dan terus dipantau secara intensif BNPB demi memastikan keselamatan masyarakat.
Baca juga : Menggangu Akses RSUD Cengkareng, ratusan Petugas Gabungan Tertibkan PKL
“Untuk itu masyarakat diharapkan untuk tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti arahan resmi dari otoritas berwenang dalam menghadapi potensi bencana lanjutan,” ujar Kepala Pusat BNPB Abdul Muhari, Rabu (18/6).
Badan Geologi menerbitkan laporan terkini kondisi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Erupsi dilaporkan masih terjadi hingga Kamis, 19 Juni 2025.
“Dalam 24 jam terakhir, tercatat enam kali erupsi, namun ketinggian kolom erupsi lebih rendah dibandingkan sebelumnya,” kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid
Pengamatan visual pada malam hari, katanya, menunjukkan adanya sinar api, mengindikasikan masih terdapat material pijar di permukaan kawah.
Baca juga : Praktik Rangkap Jabatan Sejumlah Wakil Menteri sebagai Komisaris di BUMN Tuai Kontroversi
“Hasil analisis visual dan instrumental menunjukkan bahwa aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki meningkat, sehingga tingkat aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki masih tetap pada Level IV (Awas),” katanya.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 km dan sektoral baratdaya-timurlaut 8 km dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, khususnya pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.
“Warga yang terdampak hujan abu dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan,” katanya.













