Satusuaraexpress.co | Jakarta – Seruan solidaritas menggema di jantung ibu kota. Ratusan warga Jakarta turun ke jalan mengikuti aksi Global March to Gaza, Minggu (15/6/2025).
Aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas untuk gerakan Global March to Gaza, bertepatan dengan ribuan warga lintas negara dalam persiapan memasuki wilayah Gaza guna memberikan bantuan kepada rakyat Palestina yang mengalami krisis akibat blokade dari Israel.
Sebanyak 250 peserta mengikuti aksi ini dengan titik kumpul di Masjid AQL Jl. Tebet Utara 1 Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Adapun aksi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan ditutup dengan konvoi kendaraan.
Baca juga : Bupati Raja Ampat Klaim Masyarakat Pulau Gag Tolak Pertambangan Nikel Ditutup
Berikut rute start Masjid AQL Jl. Tebet Utara I Jakarta Selatan – Jl. KH. Abdullah Syafei – Jl. Dr. Sahardjo – Jl. Prof. Dr. Soepomo – Jl. Minangkabau Barat – Jl. Sultan Agung – Jl. Teuku Cik Ditiro – Jl. RR. Soeroso – Jl. Menteng Raya – Jl. M.I. Ridwan Rais – Jl. Medan Merdeka Selatan – Kedubes AS Jakarta Pusat – Patung Kuda – Jl. MH. Tamrin – Bunderan HI – Jl. Jend. Sudirman – Jl. Semanggi – Jl. Gatot Subroto – Jl. Dr. Supomo – Jl. Tebet Raya – Finish di Masjid AQL JI. Tebet utara I.
Tidak hanya di dalam negeri, aksi Global March to Gaza juga berlangsung di luar negeri. Bahkan sejumlah figur publik Tanah Air yang ikut serta dalam Global March to Gaza 2025.
Nama-nama seperti Zaskia Adya Mecca, Wanda Hamidah, Ratna Galih, Indadari Mindrayanti, hingga Hamidah Rachmayanti, berani melangkah bersama delegasi internasional menuju perbatasan Rafah, Mesir, untuk menyuarakan solidaritas bagi rakyat Gaza yang telah lama hidup dalam penindasan dan blokade.

Aksi jalan kaki sejauh 50 kilometer dari Kairo menuju Gerbang Rafah bukanlah perjalanan biasa. Di balik langkah kaki mereka, ada jeritan kemanusiaan yang tak kunjung menemukan keadilan.
Baca juga : Mulai Awal Tahun 2026, Peserta Asuransi Wajib Menanggung 10% Biaya Klaim Kesehatan
Gaza telah mengalami blokade brutal sejak 2007, menyebabkan krisis multidimensi: pangan, kesehatan, pendidikan, air bersih, bahkan listrik. Ribuan jiwa melayang akibat agresi militer Israel yang berlangsung secara berkala, sementara dunia internasional sebatas mengeluarkan kecaman tanpa tindakan nyata yang efektif.
Partisipasi artis-artis Indonesia dalam Global March to Gaza tentu patut diapresiasi. Mereka memanfaatkan popularitasnya untuk mengangkat isu Palestina yang kerap diabaikan oleh media arus utama.













