Satusuaraexpress.co | Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur melepas sebanyak 136 petugas pemeriksa hewan kurban. Ratusan petugas tersebut nantinya akan bertugas memeriksa seluruh hewan kurban yang tersebar 143 lokasi pemotongan hewan kurban di 10 kecamatan.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengatakan, daging kurban yang dikonsumsi masyarakat harus terjamin benar-benar aman konsumsi. Untuk itu, peran petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban sangat penting. “Kalau ada temuan daging kurban tidak layak harus ditangani sebaik mungkin, jangan sampai dikonsumsi masyarakat,” kata Munjirin, Senin (2/6/2025).
Ia meminta, petugas yang turun ke lapangan dapat turut memastikan penanganan limbah hewan kurban dilakukan dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. “Jangan sampai muncul masalah gangguan kesehatan warga karena limbah tidak ditangani dengan baik,” ungkapnya.
Baca juga : KemenP2MI Cabut Sanksi, Tiga P3MI Kembali Bisa Tempatkan Pekerja Migran Indonesia
Munjirin menjelaskan, pemeriksaaan kesehatan dan kelayakan hewan kurban juga sudah dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur. “Kita ingin memastikan pelaksanaan kurban Hari Raya Raya Idulaadha 1446 Hijriah di Jakarta Timur berjalan dengan lancar,” terangnya.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto menambahkan, pengawasan dan pemeriksaan akan dilakukan di tempat pemotongan hewan kurban (TPHK) untuk menjamin kualitas daging yang dibagikan kepada mustahik.
“Berdasarkan data saat ini, total ada 11.706 ekor hewan kurban yang akan dipotong di 143 TPHK. Rinciannya, 4.831 ekor sapi, kerbau empat ekor, kambing 5.707 ekor, dan 1.164 domba,” bebernya.
Baca juga : Asisten Manajer Bank Indonesia Bunuh Diri, Diduga Karena Beban Kerja dan Tekanan Pekerjaan
Menurutnya, sebanyak 136 petugas pemeriksa hewan kurban tersebut berasal dari unsur Suku Dinas KPKP, Dinas KPKP, Mahasiswa Sekolah Kedokteran dan Biomedis Institut Pertanian Bogor (IPB), serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
“Kami sudah koordinasi dengan pengurus masjid di 10 kecamatan agar petugas masjid juga menjadi bagian dalam proses pelaksanaan pengawasan pemotongan hewan kurban ini,” ucapnya.
Baca juga : Carut Marut Aset BUMD, Sarana Jaya Acuh Terhadap Aset Miliknya
Sementara itu, Dosen Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB Rahayu Woro Wiranti menyampaikan, sudah lama bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk penyedia petugas pemeriksa hewan kurban.
“Tahun ini kami mengerahkan 25 mahasiswa yang sudah dilatih, baik kemampuan dan pengetahuannya. Mereka bertugas melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem hewan kurban,” tutupnya.













